Ekosistem Lifestyle Terintegrasi Ubah Cara Masyarakat Memilih Hunian

Bagikan:

JAKARTA - Menghabiskan waktu akhir pekan kini bukan lagi sekadar mencari tempat makan yang sedang viral. Banyak orang justru memilih destinasi yang menawarkan pengalaman lebih lengkap. Mulai dari menikmati kuliner, berbelanja, bersantai, hingga sekadar berjalan kaki menikmati suasana dalam satu kawasan.

Konsep seperti ini menjadi tren di berbagai kota besar, termasuk di Tangerang. Salah satunya dapat ditemukan di Hampton @ Manhattan District, Paramount Gading Serpong yang resmi dibuka melalui Grand Opening Se-Hampton pada Sabtu , 11 Juli 2026.

Se-Hampton merupakan identitas baru yang menyatukan seluruh area Hampton, meliputi Hampton Square, Hampton Avenue, Hampton Promenade, dan Hampton Walk.

Mengusung konsep One Area, Endless Exploration, Hampton menghadirkan perpaduan tenant kuliner, retail, lifestyle, hingga ruang publik yang saling terhubung. Pengunjung dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan berjalan kaki sambil menikmati suasana kawasan yang dirancang terbuka dan nyaman.

Tak hanya menjadi tempat berbelanja, kawasan ini juga dirancang sebagai ruang untuk berkumpul dan menikmati berbagai aktivitas. Kehadiran area pedestrian, ruang terbuka, hingga beragam pilihan tenant membuat pengalaman berkunjung terasa lebih menyenangkan, baik bersama keluarga, teman, maupun pasangan.

Menurut Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, perkembangan Hampton menunjukkan sebuah kawasan komersial dapat tumbuh ketika tidak hanya menghadirkan bangunan, tetapi juga ekosistem bisnis yang terus berkembang.

"Sebuah kawasan tidak hanya ditentukan oleh produk yang bagus, tetapi juga dari komitmen developer untuk menciptakan ekosistem bisnis yang baru. Kami melihat banyak bisnis yang bertumbuh dari Hampton, bahkan beberapa tenant berkembang dan membuka cabang di lokasi lain. Itu menjadi bukti kawasan ini memiliki potensi yang besar," ujar Chrissandy di Hampton @ Manhattan District, Paramount Gading Serpong, Tangerang pada Sabtu , 11 Juli 2026.

Chrissandy menambahkan pertumbuhan tenant yang terus meningkat memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk menikmati berbagai pengalaman dalam satu kawasan.

Menurutnya, perkembangan tersebut juga menunjukkan sebuah destinasi komersial dapat berkembang menjadi ruang yang hidup, ketika pelaku usaha dan pengunjung sama-sama merasakan manfaatnya.

Hal serupa disampaikan Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing. Ia mengatakan kawasan komersial saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat bertransaksi, tetapi juga menjadi ruang sosial yang mendukung aktivitas masyarakat.

"Kami ingin menghadirkan kawasan yang menjadi tempat masyarakat berkumpul, membangun komunitas, menikmati berbagai pengalaman, sekaligus membuka peluang bagi aktivitas ekonomi untuk terus berkembang. Karena itu, Hampton dirancang sebagai kawasan bisnis, lifestyle, dan hiburan yang saling terintegrasi." kata Ferry.

BACA JUGA:


Menurutnya, perkembangan Manhattan District juga mencerminkan perubahan wajah Gading Serpong yang kini tidak hanya dikenal sebagai kawasan hunian, tetapi juga menjadi destinasi kuliner dan gaya hidup.

Selama acara pembukaan, pengunjung disuguhi berbagai aktivitas yang menambah pengalaman berkunjung, mulai dari live cooking, marching band, pertunjukan barongsai, live music, DJ performance, hingga atraksi di berbagai tenant yang tersebar di seluruh kawasan.

Berbagai hiburan tersebut menunjukkan bagaimana sebuah kawasan komersial kini dirancang agar pengunjung betah menghabiskan waktu lebih lama, bukan hanya datang untuk berbelanja.

Perpaduan antara kuliner, retail, ruang publik, dan hiburan menjadikan Hampton sebagai salah satu contoh kawasan komersial yang mengikuti tren gaya hidup masyarakat urban saat ini, sebab menghadirkan berbagai aktivitas dalam satu destinasi yang mudah dijelajahi.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+