Emas dari Indonesia Dicuri WNA India, Ahmad Sahroni Desak Polri Usut Pembeking Lokal

Selasa, 18 Agustus 2026, 18:14 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta polisi mengusut seluruh jaringan di balik dugaan penambangan emas ilegal yang melibatkan warga negara asing (WNA) asal India.

Ia juga meminta aparat mencari pihak di dalam negeri yang diduga menjadi pembeking aktivitas ilegal tersebut.

Permintaan itu disampaikan Sahroni setelah Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri membongkar dugaan jaringan penambangan emas ilegal yang hasilnya diduga hendak diselundupkan ke Dubai.

Baca Juga: Mau Kabur ke Hong Kong, 2 WNA Bawa 22 Kg Emas Rp60 Miliar Dicegat di Soetta

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol Mohammad Irhamni mengatakan penindakan bermula dari penelusuran aktivitas penambangan ilegal dari hulu hingga hilir.

Jaringan tersebut diperkirakan mampu mengolah material yang mengandung emas hingga sekitar 30 kilogram per hari.

Sahroni mengapresiasi langkah Bareskrim Polri mengungkap aktivitas tersebut. Menurutnya, kapasitas produksi yang mencapai puluhan kilogram per hari menunjukkan dugaan adanya jaringan yang lebih besar dan tidak mungkin hanya melibatkan pelaku lapangan.

"Saya apresiasi langkah tegas Bareskrim membongkar aktivitas emas ilegal ini. Inilah salah satu yang dimaksud oleh Presiden Prabowo, di mana kekayaan alam Indonesia dicuri dan dinikmati secara ilegal oleh pihak tak bertanggung jawab," ujar Sahroni dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).

"Sudah pelakunya WNA India, ilegal pula. Apalagi produksinya sampai puluhan kilogram per hari, jadi tidak mungkin ini hanya kerja satu-dua orang. Maka saya minta semua pihak yang terlibat, termasuk jika ada WNI maupun oknum yang membekingi, harus diusut sampai tuntas," sambungnya.

Sahroni meminta penyidik tidak berhenti pada pelaku yang berada di lapangan. Menurutnya, pengusutan harus mencakup seluruh rantai aktivitas penambangan emas ilegal, mulai dari proses penambangan hingga dugaan penyelundupan hasil tambang ke luar negeri.

Ia juga meminta aparat mengidentifikasi pihak yang berperan sebagai penampung, pengolah, pembeking, maupun pihak yang diduga terlibat dalam rencana penyelundupan.

"Pokoknya jangan berhenti di pelaku lapangan. Putus seluruh rantainya dari hulu sampai hilir, siapa yang menambang, mengolah, menampung, membekingi, sampai yang hendak menyelundupkan, semuanya harus ditindak tegas," tegas Sahroni.

Menurut dia, pengungkapan jaringan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Kekayaan alam, kata Sahroni, harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan masyarakat.

"Kekayaan alam Indonesia harus kembali sebesar-besarnya untuk kepentingan negara dan masyarakat," ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat