Evan Rachel Wood Bongkar Pernah Disiksa Marilyn Manson, Sempat Bungkam

Jakarta -

Evan Rachel Wood kembali mengungkap kekerasan yang dialaminya saat menjalin hubungan dengan mantan tunangannya, Marilyn Manson. Lewat dokumenter Narcissist's Playbook, aktris 38 tahun itu mengaku sempat berniat membawa semua pengalaman pahit tersebut sampai mati, sebelum akhirnya berani bicara setelah membintangi serial Westworld.

Wood mengenang awal hubungannya dengan Manson, yang bernama asli Brian Warner, pada 2006. Saat itu ia baru berusia 18 tahun, sedangkan sang musisi berusia 37 tahun. Menurutnya, Manson memanfaatkan kondisinya yang merasa kesepian dengan membuatnya percaya bahwa mereka adalah pasangan yang ditakdirkan bersama.

"Dia membuatku merasa kami adalah belahan jiwa. Aku akhirnya merasa ada seseorang yang benar-benar melihat diriku," ujar Wood.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seiring waktu, hubungan itu berubah menjadi penuh kendali. Wood mengaku seluruh hidupnya diatur, mulai dari jam tidur, pakaian yang dikenakan, hingga waktu makan. Ia juga menuduh Manson meminta asistennya memantau setiap aktivitasnya.

Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi dugaan kekerasan fisik, emosional, dan seksual. Ia mengaku dipaksa mengonsumsi narkoba agar tetap terjaga dan mengalami berbagai bentuk penyiksaan yang meninggalkan trauma mendalam.

"Yang paling menyakitkan bukan hanya apa yang terjadi padaku, tetapi rasa malu setelahnya. Aku merasa sangat bodoh sehingga memilih diam selama bertahun-tahun," ungkapnya.

Wood mengatakan titik balik hidupnya datang saat memerankan Dolores dalam serial HBO Westworld pada 2016. Karakter itu membuatnya menyadari kemiripan dengan pengalaman yang ia alami dan perlahan membantunya menghadapi trauma.

"Aku benar-benar berpikir akan membawa semua ini sampai mati. Tapi saat menjadi Dolores, aku akhirnya mulai bangkit dan menyadari apa yang sebenarnya terjadi padaku," katanya.

Ia juga mengaku banyak adegan Dolores mengingatkannya pada Manson. Bahkan, monolog penutup musim pertama Westworld terasa seperti kata-kata yang selama ini ingin ia sampaikan kepada orang yang telah menyakitinya.

Perseteruan keduanya sempat berlanjut ke pengadilan. Pada 2022, Manson menggugat Wood atas dugaan pencemaran nama baik terkait tuduhan kekerasan seksual. Namun gugatan itu dicabut pada 2024, dan Manson diperintahkan membayar sekitar US$327 ribu atau lebih dari Rp5 miliar untuk biaya pengacara Wood.

Kini, Wood mengaku tak menyesali keputusannya untuk berbicara meski harus menghadapi berbagai serangan balik.

"Aku tidak bisa mengubah apa yang pernah terjadi. Tapi kalau ceritaku bisa membantu orang lain keluar lebih cepat dari situasi yang sama, itu sudah sangat berarti," tutupnya.

(kik/kik)