Bagikan:
JAKARTA - Ketua Eksekutif Ford, Bill Ford, mengingatkan industri otomotif Amerika Serikat agar tidak terus bergantung pada tarif impor dan regulasi sebagai tameng dari persaingan produsen mobil China. Menurutnya, perlindungan tersebut tidak akan berlangsung selamanya sehingga pabrikan asal Detroit harus mulai mempersiapkan diri menghadapi kompetisi secara langsung.
Dalam sebuah acara yang digelar Axios di Washington, DC, Bill Ford mengatakan produsen mobil Amerika tidak bisa berasumsi bahwa merek-merek China akan terus berada di luar pasar AS. Ia menilai langkah yang lebih tepat adalah menghadirkan produk yang mampu bersaing dengan perusahaan otomotif China yang kini berkembang sangat cepat.
“Kita harus berhadapan langsung dengan China. Kita tidak bisa berharap untuk terus menghalangi mereka selamanya, dan kita harus mampu mengalahkan mereka dalam permainan mereka sendiri," ujar Ford, dikutip dari The Wall Street Journal, Jumat, 17 Juli.
Di sisi lain, anggota parlemen Amerika Serikat tengah membahas rancangan undang-undang yang berpotensi semakin membatasi masuknya kendaraan buatan China ke pasar domestik. Bill Ford secara terbuka mendukung langkah tersebut dengan alasan untuk melindungi sektor manufaktur dalam negeri dari tekanan produsen otomotif China yang semakin agresif berekspansi ke berbagai negara melalui teknologi yang kompetitif serta harga yang lebih terjangkau.
BACA JUGA:
Meski belum memiliki kehadiran besar di Amerika Serikat, produsen mobil China disebut telah memengaruhi arah strategi para pabrikan di Detroit. Ford sendiri sedang menyiapkan sebuah truk pikap listrik berharga terjangkau yang ditargetkan meluncur pada 2027 dengan banderol sekitar 30.000 dolar AS.
Model tersebut akan mengadopsi metode produksi baru seperti gigacasting serta sistem kelistrikan yang lebih sederhana untuk menekan biaya manufaktur sekaligus meningkatkan efisiensi. Dalam kesempatan yang sama, Bill Ford juga menekankan pentingnya kebijakan industri otomotif jangka panjang yang lebih konsisten di Amerika Serikat.
Menurutnya, proses pengembangan kendaraan membutuhkan waktu bertahun-tahun sehingga sering kali tidak sejalan dengan perubahan kebijakan yang mengikuti siklus politik. “Waktu tunggu kami lebih lama daripada waktu tunggu politik,” kata Ford.
Hingga kini belum ada kepastian apakah merek dan model asal China, termasuk pikap BYD Shark 6 yang memiliki dimensi sekelas Ford Ranger dan sukses di pasar Australia, akan memperoleh akses yang lebih luas ke Amerika Serikat. Namun, Bill Ford menilai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan tersebut jauh lebih bijak dibanding menganggap persaingan itu tidak akan pernah datang.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+