Mataram (ANTARA) - Pengurus baru Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Nusa Tenggara Barat periode 2026-2030 menargetkan melakukan regenerasi atlet guna mendulang medali emas dalam PON 2028 mendatang.
Ketua FPTI NTB, Nadirah Al Hasby, menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan pijakan awal untuk membangun rasa persaudaraan dan meraih prestasi yang membawa nama daerah ke tingkat dunia.
"Kita hadir untuk memberikan hak suara dan mendekatkan rasa persaudaraan. Target kita adalah mendulang prestasi luar biasa bagi NTB. Kemakmuran ini bukan hanya untuk atlet, tetapi juga untuk seluruh pengurus, juri, dan pembuat jalur," ujar Nadirah usai pengukuhan pengurus FPTI NTB di Mataram, Sabtu.
Ia menambahkan bahwa FPTI NTB telah menyusun konsep matang, termasuk pengiriman atlet muda ke Kejurnas Kelompok Umur serta telah melaksanakan kursus juri dan pembuat jalur dan mempersiapkan kejuaraan pelajar pada November mendatang.
Fokus jangka panjang FPTI NTB adalah persiapan Pelatda menuju PON 2028, di mana NTB menjadi tuan rumah venue panjat tebing. Oleh karena itu, pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat legalitas organisasi sekaligus memperkokoh komitmen pembinaan atlet panjat tebing di NTB.
Nadirah optimis melalui sinergi antara pengurus, pemerintah daerah, dan FPTI Pusat, pengurus baru FPTI NTB dapat mampu melahirkan atlet-atlet baru yang siap bersaing di kancah nasional hingga internasional.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Syamsul Hadi, menyambut baik pelantikan ini. Menurutnya, panjat tebing adalah olahraga yang mengasah komitmen dan kerja keras yang sejalan dengan visi misi Pemprov NTB.
"Perjuangan tidak bisa dilakukan sendiri. Dikpora akan memfasilitasi ekosistem agar cabor panjat tebing dapat mencetak juara di tingkat nasional maupun internasional. Kata kuncinya adalah kekompakan dan keseriusan dalam pembinaan," kata Syamsul.
Baca juga: Target dua emas panjat tebing dari Asian Games 2026
Optimisme senada disampaikan Sekjen FPTI Pusat, Wahyu Pristiawan Buntoro. Ia menyoroti potensi besar NTB untuk bangkit dan melahirkan penerus atlet berprestasi dunia seperti Nurul Iqamah.
"NTB sudah cukup lama 'tidur' dalam hal prestasi. Namun, melihat regenerasi dan konsistensi pembinaan saat ini, kami optimistis. Panjat tebing kini masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan menjadi cabor unggulan Olimpiade," ujar Wahyu.
Baca juga: FPTI NTB menargetkan tiga medali emas di PON 2028
Menurutnya, FPTI Pusat siap mendampingi peningkatan SDM pengurus daerah agar seimbang dengan peningkatan prestasi atlet, sehingga ke depan NTB dapat mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi baik di kancah nasional maupun internasional.
"Panjat tebing ini masuk sebagai salah satu cabang olahraga unggulan olimpiade Paris dan kita harap FPTI bisa menangkap itu bisa mengirim atlet," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026