FT UNS gelar 2nd International Summer Course 2026 bertema Revitalisasi Candi Prambanan
Jumat, 17 Juli 2026 16:34 WIB
Fakultas Teknik UNS bersama para peserta 2nd International Summer Course 2026 di Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2026). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) Surakarta menggelar 2nd International Summer Course 2026 bertema Revitalisasi Candi Prambanan.
Ketua panitia Dr. Ir. Galuh Chrismaningwang, S.T., M.T. di Solo, Jawa Tengah, Jumat mengatakan terkait dengan objek wisata tersebut FT UNS melihat dari perspektif engineer.
“Bagaimana kita mendesain sesuatu untuk masa depan. Ke sini (Candi Prambanan) kita coba berpikir bagaimana bisa mendesain sesuatu untuk masa depan jika kita tidak memahami masa lalu. Cara memahami masa lalu adalah dengan cara kita mempelajari Candi Prambanan dalam summer course ini,” katanya.
Pada kegiatan itu, pihaknya mempelajari dari tujuh sudut pandang sesuai dengan jumlah program studi yang ada di Fakultas Teknik UNS, yakni Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Kimia, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), dan Teknik Elektro.
Sebagai contoh, dari sisi arsitektur, melalui kegiatan itu pihaknya berupaya memitigasi risiko gempa dan vulkanologi dengan memasang sensor.
“Melalui kegiatan ini kami bukan ingin membangun kembali, tetapi kami ingin mengeksplorasi Prambanan agar mempertahankan situsnya sehingga bisa bertahan lebih lama,” katanya.
Program internasional ini berlangsung pada 29 Juni-17 Juli 2026 melalui rangkaian pembelajaran daring dan kegiatan luring di Fakultas Teknik UNS, kawasan Candi Prambanan, serta sejumlah lokasi pendukung.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik (FT) Ir. Feri Adriyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. mengatakan program tersebut memperoleh respons yang melampaui target awal.
Dari 87 registrasi, tercatat 85 peserta unik yang berasal dari 12 negara dan 19 institusi. Peserta terbanyak berasal dari Malaysia sebanyak 42 orang, disusul Indonesia sebanyak 18 orang, Taiwan dan Thailand masing-masing enam orang, Nigeria empat orang, serta Pakistan tiga orang.
Peserta lainnya berasal dari Australia, Kenya, Filipina, Tanzania, Timor-Leste, dan Turkmenistan. Ia mengatakan dengan 67 peserta internasional atau sekitar 78,8 persen dari total peserta, capaian tersebut jauh melampaui target program yang menetapkan sekurang-kurangnya 25 persen peserta berasal dari luar Indonesia.
Dari sisi institusi, jumlah peserta terbesar berasal dari Politeknik Tun Syed Nasir Syed Ismail sebanyak 32 orang, diikuti Universitas Sebelas Maret sebanyak 18 orang, Universiti Teknologi Malaysia sebanyak enam orang, National Taiwan University sebanyak lima orang, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta sebanyak empat orang.
Kegiatan daring dilaksanakan pada 29 Juni-3 Juli 2026 dengan materi yang mencakup sejarah dan mitologi Candi Prambanan, teknologi sensor cerdas, penginderaan jauh, pengalaman digital berbasis pengguna, risiko gempa dan gunung api, pelapukan batuan, digital twin, serta perencanaan kawasan Prambanan.
Rangkaian luring berlangsung pada 13–17 Juli 2026. Peserta mengikuti kuliah, lokakarya, dan sesi interaktif mengenai sejarah dan arsitektur Candi Prambanan, Internet of Things, energi terbarukan, Building Information Modeling, pemindaian laser tiga dimensi, pariwisata berkelanjutan, pencetakan tiga dimensi, dan dokumentasi digital warisan budaya.
Program juga mencakup kunjungan industri, kunjungan situs budaya, penyusunan proyek kelompok, serta presentasi hasil akhir.
Ia mengatakan melalui kegiatan ini peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga didorong untuk mengembangkan gagasan konservasi berbasis bukti dan kolaborasi lintas disiplin. Luaran pembelajaran diarahkan pada penyusunan Reviving Prambanan Digital Heritage Portfolio, yang dapat mencakup model BIM, hasil pemindaian tiga dimensi, pemetaan kerusakan, dokumentasi teknis, dan usulan konservasi.
Sementara itu, penyelenggaraan summer course ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Teknik UNS memperkuat jejaring akademik nasional dan internasional sekaligus mendukung SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, SDG 11: Sustainable Cities and Communities, serta SDG 17: Partnerships for the Goals.
Melalui integrasi teknik, teknologi digital, dan pelestarian budaya, program ini diharapkan dapat mendorong lahirnya pendekatan inovatif dan berkelanjutan dalam menjaga warisan budaya untuk generasi mendatang.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.