Petugas membantu pengguna kendaraan melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio disel B50 di SPBU Rest Area KM 57A Tol Jakarta–Cikampek, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Biodiesel B50 sebagai langkah memperkuat kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah telah melakukan pengujian B50 secara komprehensif pada enam sektor pengguna mesin diesel, yaitu otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, dan kereta api.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan industri otomotif nasional siap mengimplementasikan penggunaan bahan bakar campuran biodiesel B50. Kesiapan industri otomotif didukung oleh perkembangan sektor tersebut yang diiringi penguatan ekosistem manufaktur nasional.
"Industri otomotif sudah siap mengimplementasikan B50, dan road test untuk B50 berjalan lancar serta menunjukkan hasil yang baik," ujar Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika saat dihubungi di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Ia mengatakan, kendaraan produksi Indonesia kini telah diekspor ke berbagai negara, yang menunjukkan daya saing industri otomotif nasional semakin meningkat di pasar global.
Putu menambahkan, industri otomotif Indonesia juga menunjukkan daya saingnya dalam ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, pada 6-9 Juli 2026. Melalui pameran industri terbesar di kawasan Eurasia itu, Indonesia membuka peluang kerja sama dengan negara-negara Eurasia, termasuk dalam penyediaan komponen otomotif.
"Ekosistem industri otomotif sudah berjalan baik. Kami juga menawarkan penyediaan komponen karena Indonesia merupakan salah satu eksportir komponen otomotif. Hal itu akan mendukung industri otomotif maupun layanan purna jual di negara-negara Eurasia," katanya.
Ia menambahkan, perbedaan spesifikasi kendaraan, seperti posisi kemudi, bukan menjadi kendala bagi industri otomotif Indonesia dalam memperluas pasar ekspor.
Menurut Putu, industri nasional telah memiliki pengalaman menyesuaikan spesifikasi kendaraan sesuai kebutuhan negara tujuan ekspor.
sumber : ANTARA