Gaji Median CEO Perempuan Lampaui Pria, Tetap Ada Kesenjangan di Posisi Puncak

Kehadiran CEO perempuan tidak hanya membawa dampak pada aspek kesetaraan, tetapi juga secara positif memengaruhi kinerja perusahaan. Berbagai penelitian menunjukkan adanya korelasi kuat antara keragaman gender dalam kepemimpinan dengan peningkatan kinerja keuangan. "Perusahaan dengan lebih banyak perempuan di posisi eksekutif cenderung mengungguli rekan-rekan mereka dalam hal profitabilitas, pangsa pasar, dan pengembalian pemegang saham secara keseluruhan," demikian laporan dari National Girls Collaborative Project.

Studi yang dilakukan oleh bank Finlandia Nordea terhadap 11.000 perusahaan menemukan bahwa entitas yang dipimpin oleh CEO atau kepala dewan direksi perempuan mencatatkan pengembalian tahunan sebesar 25% selama delapan tahun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan 11% yang dicapai oleh indeks perusahaan global yang lebih luas. Selain itu, riset lain menunjukkan bahwa perusahaan yang dipimpin perempuan dalam daftar Fortune 1000 menghasilkan pengembalian 226% lebih tinggi dibandingkan S&P 500 antara tahun 2002 dan 2014.

CEO perempuan juga cenderung mendorong inovasi dan manajemen risiko yang lebih efektif. Mereka memiliki kecenderungan 50% lebih besar untuk memiliki Chief Financial Officer (CFO) perempuan dan 55% lebih mungkin memiliki perempuan yang memimpin unit bisnis. Industri teknologi, keuangan, perawatan kesehatan, pertahanan, dan energi umumnya menjadi sektor di mana CEO perempuan dengan bayaran tertinggi ditemukan. Pada tahun 2025, sektor IT mencatat gaji median CEO tertinggi, diikuti oleh keuangan dan perawatan kesehatan yang mengalami peningkatan terbesar dalam kompensasi.

Di Selandia Baru, CEO perempuan memperoleh gaji rata-rata $5,9 juta (sekitar Rp94,4 miliar), lebih dari dua kali lipat dari rekan-rekan pria mereka yang rata-rata $2,6 juta (sekitar Rp41,6 miliar). Kontras dengan negara-negara seperti Swiss, Belanda, dan Jerman yang memiliki kurang dari 5% CEO perempuan. Korea Selatan juga menunjukkan bahwa CEO perempuan mendapatkan penghasilan lebih besar daripada rekan-rekan pria mereka, meskipun representasi mereka masih rendah.