Keberhasilan menjalankan program-program lintas sektor dalam dua tahun terakhir adalah buah dari stabilitas politik dan soliditas tim kabinet
Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kinerja dua tahun pemerintahannya bernilai "oke" bukan merupakan klaim sepihak.
Menurut dia, Prabowo menyampaikan hal tersebut berdasarkan refleksi atas kerja keras seluruh jajaran pemerintahan. Penilaian itu, kata dia, juga sejalan dengan persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah, merujuk pada hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) per 8 Agustus 2026 yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan mencapai 63 persen.
"Keberhasilan menjalankan program-program lintas sektor dalam dua tahun terakhir adalah buah dari stabilitas politik dan soliditas tim kabinet," kata Sugiat di Jakarta, Minggu.
Baca juga: Gerindra: Naik-turun hasil survei lumrah terjadi di negara demokrasi
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu menilai salah satu indikator yang menunjukkan kinerja pemerintah "oke" adalah kemampuan menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah gejolak perekonomian global.
Ketika sejumlah negara menghadapi tekanan ekonomi dan menaikkan harga energi, menurut dia, pemerintah Indonesia yang kini dipimpin Presiden Prabowo Subianto memilih mempertahankan harga BBM bersubsidi untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi inflasi.
Selain itu, dia menilai bahwa keberadaan Badan Pengelola Investasi Danantara dalam satu tahun terakhir pun menunjukkan peningkatan kinerja finansial yang signifikan, yakni meningkat hingga 300–400 persen.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan komitmen Presiden Prabowo dalam memperbaiki tata kelola dan menutup potensi kebocoran anggaran.
Meski menilai kinerja pemerintahan sudah berada di jalur yang tepat, dia menegaskan predikat "oke" tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Sebaliknya, penilaian tersebut harus menjadi dorongan agar Presiden dan seluruh jajaran menteri meningkatkan kecepatan serta efektivitas kerja.
Pemerintah, kata dia, tetap harus membuka ruang terhadap kritik, masukan, dan pengawasan publik. Menurutnya, hal tersebut penting agar berbagai program yang ditujukan bagi masyarakat dapat terlaksana secara tepat sasaran.
Baca juga: Prabowo: "Kita bekerja beri harapan rakyat yang paling tak berdaya"
"Dua tahun ini membuktikan, ketika para pemimpin bangsa bersatu dan membuang ego politik, yang diuntungkan adalah rakyat," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran 10 buku karya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (7/8), kembali menegaskan visi pemerintahannya, yaitu memberdayakan kelompok masyarakat rentan yang disebut oleh Presiden sebagai rakyat yang paling tidak berdaya.
"Pemimpin bekerja agar orang yang paling lemah, orang yang kecil, orang yang paling miskin bisa senyum, bisa ketawa. Artinya, kalau orang yang sangat lemah, sangat tidak berdaya, bisa senyum dan ketawa, dia mulai punya harapan. Kita bekerja memberi harapan kepada rakyat kita yang paling tidak berdaya," kata Prabowo dalam sambutannya.
Oleh karena itu, Prabowo yakin dia dan pemerintahan yang dipimpin berada pada jalan yang benar. Selain itu, dia juga mengatakan bahwa penilaian pemerintahannya selama dua tahun ini boleh dikatakan "oke".
"Saya kira, we will always be on the right track. Kita akan selalu berada di jalan yang benar," ucap Presiden.
Baca juga: Menteri Bahlil dorong hilirisasi untuk jadi tuan di negeri sendiri
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.