Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi dan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol mengapresiasi tim Satuan Tugas (Satgas) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus melakukan pemadaman dan pendinginan di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Jambi Al Haris saat meninjau lokasi bersama Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada di Jambi, Senin.
Peninjauan tersebut diikuti Danrem 042/Garuda Putih, Karo Ops Polda Jambi, Kalaksa BPBD, Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Ketua DPRD Tanjung Jabung Timur, Kapolres Tanjung Jabung Timur, Dandim 0419/Tanjab, Kajari Tanjung Jabung Timur, Manggala Agni, serta unsur dunia usaha, termasuk PT Wirakarya Sakti (WKS) unit usaha APP Group.
Berdasarkan hasil peninjauan, api di kawasan tersebut telah dapat dikendalikan.
Namun, asap masih terlihat di sejumlah titik, sehingga tim gabungan terus melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang aktif di bawah permukaan gambut.
Di kawasan hutan gambut Londerang ini masih terdapat asap yang sangat memungkinkan apinya masih aktif di bawah permukaan. Lahan gambut ini tidak bisa sekali disiram air langsung padam, tetapi terus menjalar, bahkan ketika asapnya hilang, saat mengering api bisa timbul lagi. Itulah ciri khas lahan gambut, kata Al Haris.
Ia menyebutkan penanganan dilakukan bersama berbagai pihak, yakni TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, dan PT WKS aktif memantau serta mengawal agar kebakaran tidak meluas.
Teman - teman dari TNI-Polri, hari ini Pangdam langsung turun ke lapangan bersama kami, juga Danrem, Karo Ops Polda Jambi, BPBD, Manggala Agni, kemudian dari PT WKS juga aktif memantau dan mengawal agar apinya tidak meluas, ujarnya.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan melakukan penyekatan titik api, pemadaman darat hingga penguatan pasokan air. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun penyedotan air (intake) dari Sungai Batanghari.
“Alhamdulillah sudah mulai pendinginan. Luar biasa teman-teman bekerja mulai dari menyekat titik api, lalu membangun intake di Sungai Batanghari. Di sini saya lihat model pemadaman nya sudah begitu canggih dan saya mengapresiasi kerja teman-teman semuanya,” kata Al Haris.
Ia menilai penanganan karhutla di HLG Londerang menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat, petugas pemadam, dan dunia usaha.
Inilah contoh kita berkolaborasi di lapangan dan inilah contoh rasa memiliki.
“Kebersamaan kita ada, alhamdulillah wilayah ini sudah mulai dikendalikan oleh tim dan tinggal proses pendinginan,” katanya.
Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, area terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 86 hektare. Penanganan di kawasan HLG Londerang telah berlangsung sejak kebakaran terdeteksi pada 27 Agustus 2026.
Meskipun kondisi mulai terkendali, kata dia, tim gabungan masih melanjutkan pemantauan dan pendinginan untuk memastikan seluruh titik api maupun bara di bawah permukaan gambut benar-benar padam.
Pewarta: Rilis
Editor : Nanang Mairiadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.