Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan pendidikan afirmasi senilai Rp112 juta kepada 112 murid SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Jombang, Jumat.
Bantuan tersebut diserahkan secara terpusat di SMKN 3 Jombang. Setiap murid menerima bantuan Rp1 juta dan sepasang sepatu, dengan penerima terdiri atas 30 murid SLB, 26 murid SMA, dan 56 murid SMK.
“Kita keliling di banyak daerah karena ada sekitar 50.000 anak-anak SLB, SMA, dan SMK yang mendapatkan support beasiswa afirmasi. Satu murid mendapatkan Rp1 juta. Harapannya tidak ada anak-anak yang kemudian berhenti sekolah di tengah jalan,” kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya.
Menurut Khofifah, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang anak melanjutkan pendidikan.
Program itu juga ditujukan untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan penunjang pendidikan.
“Insya Allah dengan bantuan biaya ini bisa membantu meringankan kebutuhan pendidikan para murid. Termasuk dari BPOPP bisa meringankan beban murid yg dari keluarga kurang mampu,” katanya.
Khofifah mengatakan pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pengembangan keterampilan, karakter, kemandirian, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.
“Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, pendidikan harus mampu membekali anak-anak kita bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga keterampilan, karakter, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi,” katanya.
Di Jombang terdapat 133 satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB, terdiri atas 45 SMA, 72 SMK, dan 16 SLB. Dari satuan pendidikan tersebut, murid Jombang mencatatkan 193 prestasi, yakni 69 prestasi internasional dan 124 prestasi nasional.
“Apresiasi ini kita berikan kepada anak-anak yang sudah menjadi juara, baik nasional maupun internasional. Kita bisa bayangkan bahwa anak-anak ini memiliki kecerdasan, keterampilan, dan skill yang luar biasa,” ujarnya.
Khofifah meminta guru dan sekolah mengawal prestasi tersebut agar membuka peluang murid melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.
“Ini sebetulnya menjadi pintu pembuka untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi. Ini yang harus dikawal oleh para guru supaya mereka nanti betul-betul bisa masuk pada perguruan tinggi yang diharapkan dan menjadi pembuka pintu tercapainya cita-cita mereka,” kata Khofifah.
Ia berpesan agar murid terus belajar dan tidak cepat berpuas diri atas prestasi yang diraih.
“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, dan prestasi bukan alasan untuk cepat berpuas diri,” tegasnya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.