Gubernur Kalsel resmikan Masjid Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari - ANTARA News Kalimantan Selatan

Banjarbaru (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel resmi mengoperasikan sarana ibadah Masjid Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari bertepatan dengan momen Peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan,

Peresmian ini dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pihak terkait di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, pada Kamis.

Masjid yang berdiri megah di pusat pemerintahan ini tidak hanya luas, tetapi juga kental dengan nilai budaya lokal.

Mengusung konsep bentuk atap limas khas Banjar, masjid ini dibangun di atas lahan seluas 11,75 hektare. Dengan area bangunan utama mencapai 4.000 meter persegi, yang mampu menampung hingga 3.000 jemaah.

Saat meninjau ruang masjid, Gubernur Kalsel, Muhidin, menyampaikan apresiasi kepada mantan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (Paman Birin), yang sebelumnya telah menganggarkan pembangunan masjid tersebut.

Lebih lanjut, Gubernur Muhidin memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kalsel agar secara bergilir meramaikan dan memakmurkan masjid.

"Saya minta kepada SKPD bergiliran bersama jajarannya untuk memakmurkan masjid ini dari waktu Zuhur, Asar, dan kalau bisa Magrib. Khusus Salat Jumat, diharuskan seluruhnya untuk memakmurkan masjid ini," tegas Muhidin.

Untuk mendukung hal tersebut, Gubernur juga mewacanakan agar kegiatan pembinaan mental pegawai SKPD yang dipandu oleh tokoh agama dapat dipusatkan di masjid ini, dirangkaikan dengan ibadah Salat Zuhur berjemaah. 
 

Gubernur Kalsel, Muhidin bersama Pemuka agama, Forum Koordinasi Pimpinan daerah, dan pemangku kepentingan terkait, meninjau Masjid Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari, berlokasi di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Kamis (13/8/2026) (ANTARA/ Latif Thohir)

Ke depannya, menurut Muhidin, pihaknya akan mengintegrasikan masjid ini sebagai pusat kegiatan keagamaan.

"Kita jadikan masjid ini juga sekalian sebagai Islamic Center. Supaya tempat-tempat keagamaan bisa kita meriahkan dan makmurkan di sini," ujar Gubernur.

Terkait pengelolaannya, Muhidin mengonfirmasi bahwa ke depan akan dibentuk Badan Pengelola Masjid tersendiri, serupa dengan pengelolaan Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Namun, untuk sementara waktu, pengelolaan akan ditangani lintas SKPD.

Menjawab pertanyaan awak media mengenai akses masyarakat, Gubernur menegaskan bahwa masjid ini terbuka untuk umum. Ia mempersilakan siapa saja, yang sekadar ingin melihat atau masuk ke lingkungan masjid.

Di akhir kunjungan, Gubernur menitipkan harapan besar agar kehadiran masjid ini membawa dampak positif bagi spiritualitas aparatur pemerintah dan masyarakat luas.

"Mudah-mudahan dengan meresmikan Masjid Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari ini, kita yang sebelumnya jarang salat, bisa menjadi lebih rajin salat. Berkat adanya masjid ini di daerah perkantoran Provinsi Kalimantan Selatan," pungkasnya.

Pewarta: Latif Thohir
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.