Gubernur Kalteng instruksikan penguatan armada udara tangani karhutla

Penanganan juga diperkuat dengan pengerahan 7.208 personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan relawan

Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menginstruksikan penguatan seluruh lini termasuk armada udara dalam percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kekuatan yang kita miliki harus dimaksimalkan. Untuk titik-titik yang sulit dijangkau melalui darat, operasi water bombing (pengeboman air) harus dioptimalkan agar pemadaman bisa dilakukan lebih cepat,” tegas Agustiar di Palangka Raya, Sabtu.

Hal itu, dia sampaikan saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Menurutnya memperkuat operasi water bombing sangat penting untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit ditangani melalui jalur darat.

Berdasarkan laporan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah Ahmad Toyib masih terdapat 15 titik kebakaran yang belum berhasil dipadamkan. Sementara itu, 10 titik yang sebelumnya menjadi lokasi dengan kondisi terparah telah berhasil dipadamkan.

Baca juga: DLH Kota Jambi: Tren ISPU menurun, tetapi masih belum sehat

Untuk mendukung pemadaman dari udara, saat ini telah dikerahkan lima unit helikopter water bombing. Tiga unit di antaranya masih aktif beroperasi, sedangkan dua unit lainnya dalam tahap perawatan atau menunggu suku cadang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah lantaran karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. Gubernur meminta armada udara yang tersedia diarahkan secara efektif ke lokasi-lokasi prioritas sehingga setiap operasi dapat memberikan hasil maksimal.

“Kita harus melihat titik mana yang paling membutuhkan intervensi dari udara. Jangan sampai sumber daya yang ada tidak dimanfaatkan secara optimal. Semua harus diarahkan untuk mempercepat pemadaman,” tegasnya.

Secara keseluruhan, dilaporkan terdapat 38.916 titik panas di Kalimantan Tengah. Luas lahan terbakar berdasarkan laporan daerah mencapai 60.028,77 hektare, sedangkan berdasarkan pantauan Sipongi tercatat 7.634,46 hektare. Jumlah kejadian karhutla mencapai 2.090 kejadian.

Baca juga: BNPB atasi karhutla di Teluk Bintuni dengan helikopter "water bombing"

Penanganan juga diperkuat dengan pengerahan 7.208 personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan relawan. Jumlah tersebut ditargetkan dioptimalkan hingga 10.700 personel untuk memperkuat operasi darat.

Selain pemadaman darat dan udara, pemerintah terus menjalankan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Tiga periode telah diselesaikan, sedangkan periode keempat berlangsung sejak 26 Agustus hingga 2 September 2026.

Gubernur meminta operasi pemadaman difokuskan pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan dan dampak paling tinggi, antara lain Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas, Kotawaringin Timur khususnya Sampit, Katingan dan Seruyan.

Dia menegaskan operasi water bombing harus berjalan beriringan dengan pemadaman dari darat. Koordinasi antara tim udara dan pasukan darat diperlukan agar titik api yang dijangkau dari udara dapat segera ditindaklanjuti dan tidak kembali terbakar.

Water bombing bukan berdiri sendiri. Harus terintegrasi dengan tim di darat. Setelah api ditekan dari udara, pasukan di lapangan harus memastikan titik tersebut benar-benar aman dan tidak muncul kembali,” jelasnya.

Baca juga: Menhub minta operator di Kalimantan sesuaikan jadwal imbas karhutla

Pewarta: Muhammad Arif Hidayat
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.