Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengajak Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumut dapat menghasilkan perubahan nyata bagi warga binaan.
Usai menerima Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yusaw Panjang di Kantor Gubernur Sumut, Selasa, Gubernur mengatakan, penguatan pemberdayaan bagi warga binaan serta upaya pemberantasan narkoba adalah dua hal yang harus berjalan beriringan di wilayah Sumatera Utara.
"Kedua hal tersebut harus berjalan beriringan agar pembinaan di lembaga pemasyarakatan mampu menghasilkan perubahan yang nyata bagi warga binaan," ucapnya.
Menurut Gubernur, penguatan kolaborasi Pemprov Sumut, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Ditjenpas dapat menekan peredaran narkoba di lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas).
Oleh karena itu, kolaborasi antar lembaga tersebut perlu terus diperkuat agar pemberantasan narkoba memberikan hasil yang lebih optimal di lapas wilayah Sumatera Utara.
"Sumut sudah cukup lama menghadapi persoalan penyalahgunaan narkoba, dan sudah menjadi provinsi teratas peredaran narkoba. Kami ingin narkoba benar-benar diberantas dengan kolaborasi dengan BNN, dan juga Ditjenpas,” kata Bobby.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan melalui kegiatan produktif, sehingga warga binaan memiliki keterampilan dan bekal untuk kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa hukuman.
Data Kanwil Ditjenpas Sumut per 30 September 2025, tercatat total warga binaan baik lapas maupun rumah tahanan negara (rutan) di wilayah Sumatera Utara sebanyak 32.018 orang.
"Kami juga ingin lapas-lapas di Sumatera Utara ini mampu mengembangkan potensi produktifnya. Warga binaan yang masuk dan keluar tentu harus memiliki perubahan, baik dari sisi mental, perilaku, maupun keterampilan,” ujar dia.
Pihaknya juga siap memberikan dukungan terhadap pengembangan kegiatan produktif lapas maupun rutan di wilayah Sumatera Utara.
"Saya melihat sudah ada lapas yang menghasilkan berbagai produk dan memberikan nilai ekonomi. Ini yang perlu kita dorong. Kalau membutuhkan tenaga pendukung, pemerintah provinsi siap membantu menyiapkannya," tutur Bobby.
Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang mengatakan, pihaknya berharap seluruh warga binaan di wilayah Sumatera Utara memperoleh perubahan positif selama menjalani masa pembinaan.
Selain berubah dari sisi perilaku, warga binaan juga diharapkan memiliki keterampilan sebagai bekal memulai kehidupan baru setelah bebas.
"Kami ingin warga binaan mendapatkan perubahan positif selama berada di lapas. Ketika keluar nanti, mereka tidak hanya berubah secara perilaku, tetapi memiliki keterampilan selama masa pembinaan,: kata Jalu.
Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.