Gugatan yang diajukan Apple terhadap OpenAI atas dugaan pencurian rahasia dagang memicu babak baru perseteruan antara Elon Musk dan CEO OpenAI Sam Altman. Pendiri xAI itu memanfaatkan kasus hukum tersebut untuk kembali melontarkan kritik keras kepada mantan rekan pendirinya di OpenAI.
Melalui sejumlah unggahan di platform X pada akhir pekan lalu, Musk menyebut Altman sebagai penipu dan menuding bos OpenAI tersebut kembali melakukan tindakan yang tidak dapat dipercaya.
Musk bahkan mengunggah gambar yang menyindir Altman. “Dia membawa aksi penipuan ke level yang benar-benar baru,” kata Musk dalam unggahan di akun resmi X, Sabtu (11/7).
Altman tidak tinggal diam. Ia membalas sindiran tersebut dengan menyindir ambisi SpaceX membangun pusat data di luar angkasa. Ini merupakan proyek yang sebelumnya dipromosikan Musk setelah perusahaan itu meraih pendanaan besar melalui penawaran umum perdana alias IPO.
"Kamulah yang menjual kepada investor pasar publik soal pusat data luar angkasa untuk jangka pendek,” kata Altman di X.
Musk kemudian membalas dengan mengatakan proyek tersebut akan mulai diterbangkan tahun depan. Ia juga menyindir Altman dengan komentar bernada pribadi.
Perseteruan keduanya juga berlanjut ketika Altman mengaitkan serangan Musk dengan peluncuran model AI terbaru OpenAI. "Ada banyak tolok ukur yang menunjukkan GPT-5.6 Sol merupakan model terbaik di dunia saat ini, tetapi cara paling dapat diandalkan untuk mengetahuinya adalah Elon kembali terobsesi dengan saya," tulis Altman.
Sementara itu, saat seorang pengguna X menyebut Altman takut menghadapi Apple, CEO OpenAI tersebut membantah anggapan tersebut. "Saya tidak takut pada Apple, tetapi saya sangat menghormati mereka. Perusahaan kelas dunia," kata Altman.
Perang pernyataan tersebut terjadi di tengah meningkatnya persaingan bisnis kecerdasan buatan antara perusahaan yang dipimpin kedua tokoh tersebut. Pada pekan yang sama, xAI meluncurkan model AI generatif Grok 4.5, sedangkan OpenAI memperkenalkan GPT-5.6 Sol sebagai model AI terbarunya.
Rivalitas Musk dan Altman
Rivalitas Musk dan Altman sebenarnya telah berlangsung selama bertahun-tahun. Keduanya ikut mendirikan OpenAI pada 2015 sebagai organisasi riset AI nirlaba. Namun, hubungan keduanya memburuk setelah Musk keluar dari dewan OpenAI pada 2018.
Musk kemudian menggugat OpenAI dengan tuduhan organisasi tersebut menyimpang dari misi awalnya sebagai lembaga nirlaba dan lebih berorientasi pada keuntungan. Gugatan itu sempat disidangkan di California, tetapi juri memenangkan pihak OpenAI. Musk menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.
Di sisi lain, persaingan bisnis AI juga semakin intens. Selain mengembangkan xAI sebagai pesaing langsung OpenAI, Musk memperluas bisnis AI melalui SpaceX, termasuk rencana akuisisi perusahaan pengembang perangkat lunak Cursor untuk memperkuat layanan pengkodean berbasis AI.
Sementara itu, OpenAI dilaporkan tengah mempersiapkan penawaran umum perdana secara rahasia. Langkah tersebut diperkirakan akan semakin memperketat persaingan dengan perusahaan AI lain seperti xAI maupun Anthropic.
Menanggapi gugatan Apple, juru bicara OpenAI menegaskan bahwa perusahaan tidak menggunakan rahasia dagang milik pihak lain. "Kami tidak tertarik pada rahasia dagang perusahaan lain," kata juru bicara OpenAI kepada CNBC.