Gunung Bromo bebas karhutla! Operasi TNBTS resmi ditutup - ANTARA News Jawa Timur

Hari ini posko penanganan darurat bencana karhutla di wilayah TNBTS resmi kami tutup

Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Operasi kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dinyatakan telah selesai karena sudah padam dan posko penanganan karhutla tersebut resmi ditutup pada Selasa.

"Hari ini posko penanganan darurat bencana karhutla di wilayah TNBTS resmi kami tutup," kata Komandan Korem 083 Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan dalam konferensi pers yang digelar di Posko Penanganan Darurat Bencana di Probolinggo.

Menurut dia, hasil operasi penanganan karhutla di wilayah TNBTS berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali berkat kerja sama dan koordinasi lintas sektoral dengan berbagai pihak.

Kerja sama dilakukan dengan pihak TNI-Polri, BPBD Jatim dan BPBD empat kabupaten terdampak karhutla, TNBTS, BMKG, sukarelawan, masyarakat, termasuk media yang memberikan informasi yang benar agar tidak terjadi disinformasi di masyarakat terkait karhutla tersebut.

Baca juga: TNBTS lakukan penghitungan kerugian akibat karhutla Bromo

Ia menjelaskan luas wilayah yang terdampak karhutla TNBTS mencapai 1.121, 66 hektare dengan penanganan yang dilaksanakan sejak 3 hingga 17 Agustus 2026.

"Selama penanganan karhutla kami menghadapi tantangan di antaranya kondisi medan dengan tebing terjal dan kabut yang menghalangi water bombing, serta vegetasi sebagian besar semak ilalang kering yang mudah terbakar ketika terdapat bara api," katanya.

Ia menjelaskan, penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi dan sinergi banyak pihak agar pengendalian dapat dilakukan semaksimal mungkin.

Evaluasi dan langkah antisipasi saat ini perlu dilakukan dengan sistem deteksi dini agar bisa secara cepat mendeteksi terjadinya titik api.

"Deteksi dini tidak hanya melakukan patroli, tetapi harus menggunakan peralatan teknologi seperti CCTV, kamera drone, foto udara, sehingga memudahkan untuk mendeteksi dini titik api," katanya.

Baca juga: Kemenhut lakukan pendinginan karhutla Bromo pastikan tak ada bara api

Ia juga mengimbau masyarakat lokal dan wisatawan agar mematuhi aturan baku dan tidak memicu munculnya titik api baru karena kecil kemungkinan pemicu api berasal dari faktor alam.

"TNBTS bukan hanya milik lokal atau nasional, tetapi Gunung Bromo menjadi pusat perhatian masyarakat dunia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema penanganan pasca-operasional posko.

Dari tiga unit helikopter pemadam yang dikerahkan, dua unit telah ditarik kembali, sedangkan satu unit helikopter disiagakan untuk penuntasan pemadaman di area lereng Gunung Bromo.

“Satu unit akan tetap melaksanakan pembasahan dalam 1-2 hari ini untuk pencegahan di area lereng maupun area tertentu di kawasan TNBTS,” katanya.

Satriyo menjelaskan Pemprov Jatim berfokus pada penguatan standar operasional prosedur (SOP) dan sarana prasarana penanganan. Langkah pemulihan ekosistem juga akan dilakukan.

Baca juga: Kemenhut teruskan pendinginan dan penyisiran area bekas karhutla Bromo
Baca juga: Tim gabungan disiagakan antisipasi kemunculan titik asap di Bromo

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.