Harvey Malaihollo Sebut Lagu Lawas Masih Punya Penggemar, Kemenbud Siapkan Ruang

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendukung gagasan penyanyi senior Harvey Malaihollo untuk kembali memberi ruang bagi penyanyi-penyanyi lawas Indonesia. Gagasan itu dinilai penting agar karya dan kiprah musisi lama tidak berhenti sebagai nostalgia.

Dukungan itu disampaikan Fadli saat menerima audiensi Harvey Malaihollo di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa, 4 Agustus.

Pertemuan tersebut membahas penguatan ekosistem musik, keberlanjutan karya musisi Indonesia, hingga cara memperkenalkan kembali penyanyi lawas kepada generasi muda.

“Kami sangat mendukung ide Mas Harvey untuk mengangkat kembali penyanyi-penyanyi lawas Indonesia. Kalau dikemas dengan baik, mereka dapat kembali menarik perhatian masyarakat, termasuk melalui kolaborasi dengan penyanyi generasi muda,” kata Fadli.

Fadli mengatakan para penyanyi senior memiliki kontribusi penting dalam perjalanan musik Indonesia. Karena itu, mereka perlu mendapat ruang untuk dikenal lagi oleh generasi berikutnya.

BACA JUGA:


Menurut Fadli, ruang itu bisa dibuka melalui pertunjukan dan kolaborasi lintas generasi dengan kemasan yang lebih segar.

Harvey menyambut dukungan tersebut. Ia menyatakan siap membantu Kementerian Kebudayaan mengembangkan gagasan itu, termasuk menjembatani komunikasi dengan para penyanyi lawas Indonesia.

Harvey menilai lagu lawas masih punya pasar dan pendengar. Yang dibutuhkan adalah ekosistem agar karya serta para penyanyinya tidak hilang dari perjalanan musik Indonesia.

“Lagu lawas tidak akan kehilangan penggemar. Justru banyak orang yang masih menggemarinya. Kita perlu membangun ekosistem agar lagu-lagu lawas ini tidak hilang,” ujar Harvey.

Audiensi itu juga membahas pentingnya menjaga makna lagu lama saat dibawakan kembali. Fadli menekankan, pembaruan aransemen boleh dilakukan, tetapi karakter dan jiwa karya harus tetap dijaga.

Hal itu terutama berlaku untuk lagu-lagu yang memiliki nilai sejarah dan kebangsaan. Dengan begitu, pesan dalam lagu tetap bisa dipahami generasi muda.

Selain panggung dan kolaborasi, pembahasan juga menyentuh arsip musik. Fadli mengatakan dokumentasi karya, rekaman, serta jejak perjalanan musik Indonesia perlu dijaga sebagai sumber pengetahuan dan rujukan bagi generasi mendatang.

Kementerian Kebudayaan juga tengah menyiapkan gagasan pengembangan museum musik di Bandung. Museum itu dirancang memuat memorabilia dan koleksi musik untuk memperkenalkan sejarah musik Indonesia kepada publik.

Audiensi tersebut dihadiri Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra serta Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti.

Fadli mengatakan kolaborasi lintas generasi dapat menjadi jalan agar karya dan kiprah musisi dari berbagai zaman tetap mendapat tempat di tengah perkembangan musik Indonesia.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+