Hasan Nasbi sebut "londo ireng" istilah untuk kelompok suka buat gaduh - ANTARA News Bangka Belitung

Jakarta (ANTARA) - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media Hasan Nasbi mengatakan istilah "londo ireng" yang sempat disampaikan Presiden Prabowo Subianto tidak ditujukan kepada masyarakat secara umum, melainkan kepada kelompok yang dinilai lebih suka membuat kegaduhan.

"Itu kan istilah saja untuk sebagian orang yang ya sepertinya kok lebih suka gaduh. Sepertinya kok lebih suka pesimis melihat kehidupan bangsa kita," kata Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Menurut Hasan, penyebutan istilah tersebut dimaksudkan sebagai pengingat agar seluruh elemen bangsa lebih mengedepankan persatuan daripada memperbesar perbedaan.

Dia mengatakan masyarakat seharusnya memperbanyak kekompakan dan optimisme dalam memandang masa depan bangsa, serta mengurangi sikap pesimistis agar Indonesia dapat bergerak lebih cepat.

"Jadi buat kita ini sebagai peringatan saja bahwa harusnya kan kita bersama-sama bersatu. Tidak memperbanyak kegaduhan, tapi justru memperbanyak kekompakan," tegasnya.

Hasan juga menilai terdapat sebagian pihak yang lebih memilih menonjolkan kegaduhan dan memandang kehidupan bangsa secara pesimistis. Menurut dia, sikap tersebut tidak sejalan dengan semangat membangun optimisme dan kepercayaan diri terhadap bangsa.

"Kita harus memperbanyak optimisme, mengurangi pesimisme, memperbanyak kepercayaan diri terhadap bangsa kita dan menghilangkan rasa-rasa pesimis lah. Sehingga kita bisa maju lebih cepat," pungkasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak publik melihat secara utuh pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga optimisme dan menghindari perdebatan istilah yang dapat mengalihkan perhatian dari substansi persoalan.

Menurut keterangan pers pemerintah yang diterima di Jakarta pada Senin (27/7), Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya mengajak publik melihat konteks utuh dari pernyataan Presiden yang berkenaan dengan sebutan "londo ireng."

Menurut dia, pernyataan yang disampaikan merupakan kiasan politik dan tidak ditujukan untuk menyudutkan profesi, media massa, maupun kelompok tertentu.

"Yang disampaikan Presiden adalah ajakan untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang sengaja merangkai narasi seolah-olah Indonesia tidak memiliki harapan dan tidak sedang bergerak maju," kata Fifi.

Pewarta: Fathur Rochman
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.