REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Angan-angan yang terus dipelihara dalam hati dan pikiran dapat menjadi pintu menuju kemaksiatan. Terlebih ketika bayangan tersebut berulang kali hadir hingga berkembang menjadi angan-angan batil dan cita-cita batil yang tidak benar, yang pada akhirnya dapat menguasai jiwa serta menjauhkan seseorang dari hakikat kebenaran.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya, Ad-Da' wa ad-Dawa menerangkan bahwa bayangan yang terlintas dalam hati dan pikiran lebih sukar dilepaskan. Ia merupakan permulaan dari kebaikan atau kejahatan, karena dari situlah muncul kehendak, angan-angan, dan kemauan yang kuat. Siapapun yang mampu menjaga dan memelihara bayangan yang terlintas dalam hati serta pikirannya, maka ia telah mampu menguasai dirinya dari amarah dan hawa nafsu.
Sebaliknya, orang yang dikuasai atau dikalahkan oleh bayangan dalam hati dan pikirannya, maka hawa nafsunya akan mendominasi hingga ia mudah terjerat dalam kemaksiatan dan kekejian. Terlebih lagi jika bayangan itu terlintas secara berulang-ulang dalam hati hingga akhirnya berubah menjadi angan-angan batil dan cita-cita yang tidak benar.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍۢ بِقِيْعَةٍ يَّحْسَبُهُ الظَّمْاٰنُ مَاۤءًۗ حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءَهٗ لَمْ يَجِدْهُ شَيْـًٔا وَّوَجَدَ اللّٰهَ عِنْدَهٗ فَوَفّٰىهُ حِسَابَهٗ ۗ وَاللّٰهُ سَرِيْعُ الْحِسَابِ ۙ
Wal-lażīna kafarū a‘māluhum kasarābim biqī‘atiy yaḥsabuhuẓ-ẓam'ānu mā'ā(n), ḥattā iżā jā'ahū lam yajidhu syai'aw wa wajadallāha ‘indahū fa waffāhu ḥisābah(ū), wallāhu sarī‘ul-ḥisāb(i).
Orang-orang yang kufur, amal perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar. Orang-orang yang dahaga menyangkanya air, hingga apabila ia mendatanginya, ia tidak menjumpai apa pun. (Sebaliknya,) ia mendapati (ketetapan) Allah (baginya) di sana, lalu Dia memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna. Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (QS An-Nur Ayat 39)