...Saya kagum sama petugas Dirjen Pajak itu kemarin
Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik sekaligus pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio (Hensa) memberikan klarifikasi perihal pemanggilan dirinya oleh Direktorat Jenderal Pajak usai menghadirkan ekonom Ferry Latuhihin sebagai narasumber dalam siniar miliknya.
Pemanggilan Hensa itu juga terkait dengan pemeriksaan perpajakan terhadap Ferry Latuhihin.
Hensa dalam keterangan di Jakarta, Rabu memberikan apresiasi terhadap kinerja serta profesionalisme para petugas pajak.
Ia mengatakan keputusannya untuk hadir memenuhi panggilan adalah langkah yang paling tepat. Hensa mengaku terkesan dengan integritas petugas yang bekerja murni berdasarkan tugas, tanpa terpengaruh oleh berbagai opini publik yang sedang berhembus.
"Saya kagum sama petugas Dirjen Pajak itu kemarin. Jadi dia tidak melebar ke mana-mana. Sangat profesional, fokus apa yang memang dicari. Terlepas dari berbagai kontroversi atau polemik yang mengatakan ini tidak pantas cuma untuk Ferry Latuhihin. Sama sekali petugas pajaknya tidak bicara seperti itu. Dia melakukan tugasnya saja," ujar Hensa.
Lebih lanjut, ia mengatakan proses klarifikasi berjalan sangat efisien. Pihak pemeriksa sama sekali tidak mempersulit dan hanya mengajukan pertanyaan yang berpusat pada pokok persoalan seputar siniar miliknya.
"Dia tidak mempersulit bertanya sesuai dengan konteks substansi dan setelah itu selesai. Yang ditanya sebenarnya pertanyaannya satu saja. 'Mas Hensa undang Prof. Ferry Latuhihin dikasih apa? Prof. Ferry itu dikasih apa? Dikasih honor, ya?' tuturnya.
Merespons pertanyaan tersebut, Hensa membeberkan secara transparan bentuk apresiasi yang ia berikan kepada setiap narasumber pada siniarnya. Ia memastikan pemberian tersebut bukan berupa uang tunai, melainkan sekadar kue (cookies) atau buah-buahan.
"Tidak, saya jawab dua. Satu, saya tidak pernah kasih uang (ke Prof. Ferry). Karena keterbatasan, namanya kan saya dosen. Keterbatasan kita. Jadi kita kasih dia, semua narasumber saya itu pilihannya cuma dua, buah atau cookies. Saya ingat saya waktu itu, Prof. Ferry saya kasih cookies, itu paling Rp150 ribu," ungkapnya.
Menurutnya, pemanggilan itu merupakan rutinitas institusi yang patut dihormati dan tidak perlu dijadikan beban selama tidak ada hal yang disembunyikan.
"Nah itu yang saya hindari, makanya saya datang. Tugas pajaknya juga hanya menjalankan kewajiban, kita datang saja," ucap Hensa.
Baca juga: Purbaya pesan ke delapan pejabat baru DJP agar jaga kepercayaan publik
Baca juga: BPK: Pemeriksaan kinerja Ditjen Pajak menitikberatkan pada tiga aspek
Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.