Melihat peluang tersebut, grup layanan kesehatan regional HMI Medical resmi memulai pembangunan Regency Specialist Hospital Kuching, rumah sakit swasta tersier berkapasitas 300 tempat tidur yang ditargetkan beroperasi pada 2029 dengan investasi tahap awal lebih dari RM400 juta.
Baca Juga: Aspen Medical Hadirkan Rumah Sakit Berstandar Internasional Awal Tahun 2027, Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan Indonesia
Pembangunan rumah sakit tersebut ditandai dengan acara peletakan batu pertama yang diresmikan oleh Premier Sarawak, Datuk Patinggi Tan Sri Abang Johari Tun Openg.
Regency Specialist Hospital Kuching akan menjadi rumah sakit swasta pertama HMI Medical di Sarawak dan dirancang sebagai SMART Tertiary Hospital yang akan mengintegrasikan teknologi medis canggih, sistem digital yang saling terhubung, serta alur kerja klinis yang cerdas untuk menghadirkan layanan kesehatan spesialis yang siap menjawab kebutuhan masa depan, berpusat pada pasien, dan selaras dengan standar yang terakreditasi secara internasional.
Berlokasi di kawasan Northbank, Kuching, rumah sakit ini akan dibangun dalam dua tahap.
Tahap awal mencakup investasi lebih dari RM400 juta dan akan menyediakan berbagai layanan spesialis, termasuk pusat kanker, smart-wards, ruang operasi berteknologi canggih, Intensive Care Unit (ICU), fasilitas diagnostik dan perawatan, serta pelayanan multidisiplin lainnya.
Tahap berikutnya akan menambah kapasitas dan sejumlah pusat layanan unggulan sesuai dengan perkembangan kebutuhan kesehatan masyarakat.
CEO HMI Medical Group, Chin Wei Jia, mengatakan pembangunan Regency Specialist Hospital Kuching merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di Sarawak yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi, populasi, konektivitas, dan investasi di wilayah tersebut.
“Seiring kebutuhan kesehatan yang semakin kompleks, Sarawak membutuhkan kapasitas yang lebih besar dan kemampuan spesialis yang lebih kuat. Regency Specialist Hospital Kuching merupakan respons HMI Medical terhadap pertumbuhan tersebut, dengan memperluas akses terhadap layanan kesehatan berkualitas dan mendukung kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Chin Wei Jia.
Investasi HMI Medical hadir di tengah pertumbuhan sektor medical tourism Sarawak.
Berdasarkan laporan publik, jumlah healthcare travellers yang datang ke Sarawak meningkat dari 64.393 orang pada 2023 menjadi 76.796 orang pada 2024.
Baca Juga: Akses Mudah dari Indonesia, KMI Healthcare Perkenalkan Kuala Terengganu dan Kuantan sebagai Destinasi Wisata Medis Baru
Jumlah tersebut kemudian menembus lebih dari 104.000 pasien pada 2025, dengan Kuching menjadi salah satu kontributor utama.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap layanan kesehatan tersier dan spesialis di Sarawak.
Kehadiran Regency Specialist Hospital Kuching diharapkan dapat memperluas pilihan layanan kesehatan bagi masyarakat lokal sekaligus pasien internasional yang datang ke Sarawak untuk mendapatkan perawatan medis.
Untuk mendukung akses pasien internasional, HMI Medical juga memiliki 12 representative offices di Indonesia.
Jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya HMI Medical untuk menjangkau pasien Indonesia yang membutuhkan layanan kesehatan di Malaysia.
Regency Specialist Hospital Kuching akan memanfaatkan pengalaman HMI Medical selama 28 tahun di sektor layanan kesehatan Malaysia, termasuk pengalaman dari Regency Specialist Hospital di Johor Bahru dan Mahkota Medical Centre di Melaka.
Kedua rumah sakit tersebut juga merupakan Elite Member Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) dan memiliki pengalaman dalam melayani pasien lokal maupun internasional.
Selain investasi infrastruktur, pembangunan rumah sakit ini juga ditargetkan memberikan dampak terhadap perekonomian dan tenaga kerja lokal.
Regency Specialist Hospital Kuching diproyeksikan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan pekerjaan, mencakup tenaga medis, keperawatan, tenaga kesehatan penunjang, manajemen, teknis, hingga staf pendukung lainnya.
HMI Medical juga menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari proyek ini. Program yang disiapkan mencakup beasiswa, sponsorship pendidikan, cross-training, clinical attachment, jalur pengembangan tenaga spesialis, serta pengembangan profesional lanjutan yang akan melibatkan institusi pendidikan dan rumah sakit universitas di Malaysia maupun luar negeri.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, HMI Medical mengalokasikan RM50 juta selama lima tahun melalui HMI Malaysia Healthcare Workforce 2030 Fund. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun tenaga kesehatan yang siap menghadapi kebutuhan layanan medis masa depan sekaligus memperkuat posisi Malaysia sebagai pusat layanan kesehatan regional.
CEO HMI Malaysia, Stanley Lam, mengatakan pengembangan talenta lokal menjadi prioritas sebelum rumah sakit mulai beroperasi pada 2029. “Dengan bekerja sama dengan institusi pendidikan dan organisasi kesehatan, kami membangun pipeline tenaga profesional terampil untuk membentuk generasi layanan kesehatan berikutnya di Sarawak,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Richard Chew, Senior Consultant General Surgeon sekaligus Board Director HMI Medical untuk rumah sakit di Malaysia, mengatakan proyek tersebut memiliki arti khusus karena dirinya merupakan warga Sarawak. Menurutnya, investasi pada rumah sakit dan pengembangan tenaga kesehatan merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem layanan kesehatan yang berkelanjutan di Sarawak.
Dengan investasi lebih dari RM400 juta pada tahap awal, kapasitas 300 tempat tidur, teknologi SMART Hospital, serta program pengembangan tenaga kesehatan senilai RM50 juta, Regency Specialist Hospital Kuching diharapkan dapat memperkuat kapasitas layanan kesehatan di Sarawak sekaligus mendukung ambisi Kuching dan Sarawak menjadi salah satu hub medical tourism di kawasan Asia Tenggara.