Nusa Dua (ANTARA) - BUMN PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC mengembangkan ruang ekspresi seniman lokal melalui atraksi budaya baru di kawasan wisata The Nusa Dua, Kabupaten Badung guna menambah pengalaman dan daya tarik wisatawan.
“Wisatawan mendapatkan pengalaman berkualitas dan autentik sekaligus ini berpotensi memperpanjang masa tinggal,” kata General Manager I Made Agus Dwiatmika di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Jumat.
Atraksi budaya baru itu bertajuk Cipta Rwa Loka yang terinspirasi dari filosofi masyarakat Pulau Dewata, Rwa Bhineda atau dua hal yang berbeda tapi saling melengkapi dalam kehidupan dan mengangkat makna keseimbangan.
Nama Cipta Rwa Loka merepresentasikan tiga makna utama yakni Cipta sebagai kesadaran dan daya kreativitas manusia.
Kemudian Rwa sebagai simbol dualitas, serta Loka sebagai ruang kehidupan tempat seluruh dinamika tersebut berlangsung sehingga mengajak penonton merasakan harmoni antara tradisi Bali dan modernitas.
Melalui perpaduan koreografi, musik, kostum artistik, serta teknologi visual, atraksi itu menghadirkan pengalaman pertunjukan yang memadukan nilai budaya, spiritualitas, dan inovasi kreatif.
Penampilan puluhan seniman dewasa dan cilik selama sekitar 45 menit itu juga menjadi magnet dengan tata cahaya warna warni saat pentas di Panggung Seni Taksu, Peninsula Island, The Nusa Dua, Badung mulai pukul 19.00 WITA.
Selain itu, kreasi seni kontemporer itu tidak hanya memberi hiburan kepada wisatawan tapi juga mengenalkan seni dan filosofi Bali yang dikemas lebih modern.
“Aktivasi budaya itu selain menambah kualitas pengalaman wisatawan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, serta penciptaan nilai bersama untuk masyarakat,” imbuh dia.
Cipta Rwa Loka merupakan karya terbaru dari komunitas seni dan budaya Bali, Naluri Manca, yang berdiri pada 2020.
Kelompok seniman itu pernah menjuarai ajang pencarian bakat yang diadakan salah satu stasiun televisi swasta nasional pada 2022 dan tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 2024 melalui pementasan kolosal multi-genre seni.
Pewarta: Redaksi
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.