Jakarta -
Jangan langsung tergiur harga murah saat mau beli mobil bekas. Bisa-bisa kamu kena penipuan skema modus segitiga alias ponzi.
Mobil bekas bisa jadi opsi buat yang lagi cari mobil tapi budget terbatas. Harganya lebih menarik dari mobil baru. Tapi jangan sampai kamu tergiur dengan mobil bekas harga murah ya. Soalnya bisa jadi itu modus penipuan segitiga atau lebih dikenal dengan skema ponzi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Modus ini memang cukup berbahaya dan sering kali mengelabui korban. Sebab, mobil yang ditawarkan dan pemiliknya ada. Namun ada pihak ketiga menyusup di tengah transaksi hingga memanipulasi pembeli serta pemilik mobil secara bersamaan.
Modus biasanya dimulai ketika penipu mengambil foto dan informasi mobil yang sedang dijual oleh pemilik asli, kemudian mengiklankannya kembali dengan harga lebih murah. Ketika ada calon pembeli yang tertarik, penipu mengaku sebagai pemilik atau pihak yang mewakili penjual. Sementara kepada pemilik asli, penipu mengaku sebagai calon pembeli yang akan mengirim kerabat atau orang kepercayaannya untuk mengecek kendaraan.
Alhasil, calon pembeli tetap bisa datang, melihat mobil, bahkan bertemu langsung dengan pemilik sebenarnya. Namun, penipu biasanya meminta kedua belah pihak untuk tidak membicarakan harga dengan berbagai alasan. Setelah pembeli merasa yakin, pembayaran kemudian diarahkan ke rekening milik penipu. Masalah baru diketahui ketika pemilik asli merasa belum menerima pembayaran, sementara pembeli merasa sudah melunasi mobil tersebut.
Untuk itu, kamu jangan langsung tergiur dengan harga yang jauh di bawah pasaran dan buru-buru mentransfer sejumlah uang. Pastikan identitas pihak yang menjual kendaraan, konfirmasikan harga secara langsung kepada orang yang memegang mobil, periksa STNK dan BPKB serta kecocokan nomor rangka dan nomor mesin, dan pastikan rekening tujuan pembayaran benar-benar milik pihak yang berhak menerima transaksi. Permintaan untuk tidak membicarakan harga dengan pemilik mobil atau transfer ke rekening pihak lain juga patut menjadi tanda bahaya.
"Konsumen perlu tahu dengan jelas mobil apa yang dibeli, bagaimana kondisinya, siapa pihak yang bertransaksi dengan mereka, dan ke mana pembayaran dilakukan. Harga yang menarik jangan sampai membuat konsumen mengabaikan proses verifikasi, karena kepastian dan keamanan transaksi sama pentingnya dengan mendapatkan kendaraan yang sesuai kebutuhan," ungkap CEO PT Autopedia Sukses Lestari Tbk Jany Candra dalam siaran pers yang diterima detikOto.
Risiko seperti penipuan segitiga yang ingin diminimalkan melalui proses transaksi di Caroline.id. Di Caroline.id, konsumen bertransaksi langsung dengan sales Caroline.id yang unitnya merupakan milik Caroline.id sendiri dan transfer juga dilakukan ke rekening resmi perusahaan, sehingga tidak perlu berhadapan dengan perantara yang menjadi salah satu celah dalam modus penipuan segitiga.
Ditambah lagi, setiap unit yang dijual melalui platform Caroline sudah melalui 150 titik inspeksi guna memastikan mobil dalam kondisi baik. Caroline juga memberikan Garansi selama tahu tahun untuk tujuh komponen utama yakni mesin, transmisi, AC, rem, electrical, sistem penggerak, dan kemudi. Oli dan filter juga telah diganti sehingga kendaraan lebih siap digunakan, ditambah Garansi Buyback 100% selama 5 hari jika unit yang dibeli tidak sesuai dengan yang dijanjikan sesuai syarat dan ketentuan.
"Di Caroline.id, kami ingin memberikan kepastian dari awal hingga setelah transaksi. Bukan hanya memastikan kondisi mobil melalui proses inspeksi, tetapi juga menghadirkan proses pembelian yang jelas dan perlindungan setelah kendaraan dibawa pulang. Kami ingin konsumen membeli mobil bekas dengan rasa aman dan nyaman, bukan rasa khawatir," kata Jany.
(dry/rgr)