Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi Provinsi Terbaik I Kategori Pengolahan Sampah dan Lingkungan Asri dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 di Bali.
"Alhamdulillah, kerja keras, komitmen dan kepedulian seluruh pihak dan masyarakat membuahkan apresiasi oleh Pemerintah Pusat," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan diterima di Surabaya, Sabtu.
Khofifah mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Jatim.
Dia juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat hingga para unit SMA, SMK dan SLB Negeri maupun swasta di berbagai daerah yang mendukung pelaksanaan kurve secara rutin.
"Mereka mengolah sampah menjadi pupuk organik untuk selanjutnya digunakan pupuk pada program ketahanan pangan di sekolah " ujar Khofifah.
Atas penghargaan tersebut, Pemprov Jatim mendapatkan bantuan pemerintah sebesar Rp2 miliar.
Menurut dia, persoalan sampah membutuhkan perubahan perilaku, sistem pengelolaan yang baik, inovasi, serta solusi jangka panjang.
Pemprov Jatim terus mendorong gerakan kebersihan melalui kegiatan kurve atau aksi bersih-bersih lingkungan yang melibatkan pemerintah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), komunitas, aktivis lingkungan, dunia pendidikan, dan masyarakat.
“Aksi kurve atau bersih-bersih, baik di pantai maupun sungai, merupakan wujud nyata pentingnya budaya gotong royong lintas sektor dalam mengatasi persoalan sampah di Indonesia. Ini kita harapkan menjadi awal yang baik untuk membangun budaya kepedulian lingkungan, terutama dalam membangun kesadaran membuang dan mengelola sampah dari tingkat masyarakat paling bawah,” katanya.
Selain itu, Pemprov Jatim mendorong proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang.
Pemprov Jatim telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek PSEL bersama tujuh bupati dan wali kota di kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia per Maret 2026, capaian pengelolaan sampah Jatim mencapai 52,7 persen atau tertinggi secara nasional, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 24,95 persen.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti kepedulian dan keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
"Banyak daerah yang sudah dan tengah berusaha mengimplementasikan kedua hal itu, ada yang berhasil ada yang belum. Salah satu yang berhasil adalah di Kota Surabaya, Jawa Timur," ujar Tito.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.