Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:32 WIB
VIVA – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, lagu “Indonesia Raya” kembali menjadi perhatian. Kali ini, bukan sekadar karena statusnya sebagai lagu kebangsaan, tetapi karena muncul penampilan yang mencoba menghadirkan kembali bentuk awal karya Wage Rudolf Soepratman atau akrab disapa WR Soepratman.
Baca Juga
Adalah musisi dan penyanyi Antea Turk yang membawakan “Indonesia Raya” dalam versi tiga stanza dengan merujuk pada lirik serta partitur awal yang digunakan pada masa lagu tersebut diperkenalkan. Penampilannya pun ramai diperbincangkan di media sosial karena berbeda dari versi “Indonesia Raya” yang selama ini paling familiar didengar masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Yang membuat penampilan tersebut semakin menarik, Antea memiliki hubungan keluarga dengan WR Soepratman. Ia disebut merupakan cicit buyut dari kakak kandung sang pencipta “Indonesia Raya”.
Baca Juga
Dalam penampilannya, Antea tidak hanya menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, tetapi juga memainkan biola. Ia menggunakan referensi lirik dan partitur yang merujuk pada versi awal lagu tersebut dari periode 1927-1928. Melalui unggahan di media sosial, Antea menjelaskan konsep penampilannya.
“Indonesia Raya 3 stanza. Lirik dan partitur asli ciptaan WR Soepratman 1927-1928. Dinyanyikan oleh Antea Turk sambil bermain biola,” tulis dalam akunnya.
Baca Juga
Versi tiga stanza ini menarik perhatian karena masyarakat Indonesia umumnya lebih akrab dengan “Indonesia Raya” yang dinyanyikan dalam satu stanza pada berbagai upacara dan kegiatan resmi.
Kedekatan Antea dengan karya WR Soepratman bukan hanya sebagai seorang musisi yang membawakan lagu ciptaannya. Ia juga memiliki hubungan darah dengan tokoh yang dikenal sebagai pencipta “Indonesia Raya”.
Antea disebut merupakan cicit buyut dari kakak kandung WR Soepratman. Hubungan keluarga tersebut membuat penampilannya membawakan karya sang komponis memiliki makna tersendiri.
Terlebih, “Indonesia Raya” memiliki perjalanan panjang sejak pertama kali diperkenalkan dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Lagu tersebut kemudian menjadi simbol perjuangan dan identitas bangsa Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain dikenal sebagai penyanyi, Antea juga memperkenalkan dirinya sebagai seorang singer songwritcer atau penyanyi sekaligus pencipta lagu.
Kemampuan bermusiknya tidak terbatas pada vokal. Berdasarkan keterangan di bio media sosialnya, Antea dapat memainkan tiga alat musik, yakni biola, piano, dan gitar.
Halaman Selanjutnya
Bio Antea juga memuat sejumlah pencapaian yang menunjukkan rekam jejaknya di dunia musik.