REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS), Jenderal Dan Caine, mengungkapkan sebuah pesawat tempur F-16 Ukraina telah menembak jatuh jet tempur Rusia. Menurut Caine, peristiwa itu merupakan kemenangan udara-ke-udara pertama yang dicatat armada F-16 Ukraina.
Caine menyampaikan informasi tersebut dalam sidang Komite Alokasi Anggaran Senat AS di Washington pada Selasa (21/7/2026). Jadwal resmi Senat mencatat Caine hadir bersama Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth untuk membahas permintaan tambahan anggaran pemerintah AS.
“Baru-baru ini, kami mencatat kemenangan udara-ke-udara pertama ketika sebuah F-16 Ukraina menembak jatuh pesawat tempur Rusia,” kata Caine, berdasarkan transkrip sidang yang ditayangkan CNN.
Pernyataan itu disampaikan saat Senator Demokrat Richard Durbin mempertanyakan dampak apabila dana pertahanan udara bagi Ukraina tidak tersedia hingga tahun fiskal 2029. Durbin secara khusus bertanya apa yang akan terjadi apabila dukungan tersebut tertunda selama tiga tahun.
Caine menjawab bahwa kemampuan industri pertahanan Ukraina telah berkembang, mulai dari pertahanan darat-ke-udara hingga kemampuan udara-ke-udara. Ia menilai Ukraina semakin mampu membangun pertahanan berlapis dengan dukungan berbagai negara.
Namun, Caine tidak menyebut jenis pesawat Rusia yang ditembak jatuh. Ia juga tidak mengungkap tanggal dan lokasi kejadian, jenis rudal yang digunakan, jarak penembakan, maupun unit F-16 yang terlibat.
Karena itu, informasi yang dapat dipastikan dari pernyataan Caine baru sebatas bahwa sebuah F-16 Ukraina menembak jatuh pesawat tempur Rusia. Identitas pesawat tersebut masih belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah AS. Business Insider dan Defense News juga menegaskan Caine tidak membuka rincian operasional pertempuran itu.
Apakah Itu Su-35?
Dugaan bahwa sasaran F-16 tersebut adalah Su-35 muncul karena Angkatan Udara Ukraina mengumumkan jatuhnya pesawat tempur jenis itu sekitar dua pekan sebelum kesaksian Caine.
Pada Rabu, 8 Juli 2026, Angkatan Udara Ukraina menyatakan pasukannya telah menembak jatuh sebuah Su-35 Rusia di sektor timur. Pengumuman tersebut tidak menjelaskan senjata atau platform yang digunakan untuk menghancurkan pesawat itu.