Jepang dorong dunia usaha optimalkan investasi modal, peningkatan upah - ANTARA News Gorontalo

Tokyo (ANTARA) - Perusahaan-perusahaan Jepang selama ini menimbun dana tunai akibat kekhawatiran terhadap prospek usaha serta keengganan untuk berutang, namun pemerintah menilai dana tersebut perlu dimanfaatkan secara lebih efisien guna mendorong investasi modal dan meningkatkan upah, demikian disampaikan dalam buku putih ekonomi tahunan yang diterbitkan, Jumat

Dalam dokumen tersebut, pemerintah menyatakan bahwa sektor publik dan swasta perlu bekerja sama menjalankan strategi investasi yang lebih aktif sebagai bagian dari kebijakan ekonomi dan fiskal.

Dana kas dan simpanan perusahaan swasta non-keuangan terus meningkat, terutama sejak pandemi COVID-19, hingga melampaui 380 triliun yen atau sekitar 2,3 triliun dolar AS pada akhir Maret.

Dokumen itu memperkuat langkah pemerintah Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk mendorong investasi di 17 sektor strategis yang berkaitan dengan keamanan ekonomi, kesiapsiagaan menghadapi krisis, dan industri strategis, terutama industri semikonduktor.

Takaichi, yang mulai menjabat pada Oktober tahun lalu, berulang kali mengingatkan agar Jepang tidak kembali pada kebijakan penghematan fiskal yang sebelumnya mengurangi belanja untuk pembangunan jangka panjang.

Menurut buku putih tersebut, setelah pecahnya gelembung aset pada dekade 1990-an, banyak perusahaan memangkas investasi modal dan membatasi kenaikan upah. Kondisi itu memicu stagnasi ekonomi yang kemudian menciptakan siklus berulang berupa penurunan investasi dan belanja.

Meski perusahaan kini lebih mudah menaikkan harga jual akibat lonjakan harga impor sejak dekade 2020-an, pemerintah menilai semakin banyak perusahaan yang menyimpan dana tunai secara berlebihan.

Dokumen tersebut juga menyebutkan bahwa minimnya investasi modal menyebabkan porsi aset berwujud, seperti mesin dan pabrik, dalam total aset perusahaan terus menurun.

Akibatnya, banyak perusahaan masih menggunakan peralatan lama dengan tingkat produktivitas yang lebih rendah dibandingkan negara-negara maju lainnya.

Pemerintah memperingatkan bahwa rendahnya investasi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi Jepang.

Buku putih itu secara umum mencerminkan pedoman kebijakan ekonomi dan fiskal yang disetujui Kabinet Takaichi pada Selasa. Dalam pedoman tersebut, pemerintah menargetkan total investasi sektor publik dan swasta mencapai 370 triliun yen hingga tahun fiskal 2040 pada 17 sektor prioritas.

Mengenai kondisi ekonomi saat ini, pemerintah menilai perekonomian Jepang masih berada dalam jalur pemulihan secara moderat.

Meskipun harga-harga konsumen terus meningkat sehingga pemerintah menyatakan Jepang tidak lagi berada dalam situasi deflasi yang selama bertahun-tahun membebani perekonomian, pemerintah belum secara resmi menyatakan negara itu telah keluar dari deflasi.

Menurut buku putih tersebut, ketidakpastian akibat memburuknya situasi di Timur Tengah masih berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi Jepang.

Sumber: Kyodo-OANA

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jepang dorong dunia usaha optimalkan investasi modal, peningkatan upah

Pewarta: Primayanti
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.