Jakarta (ANTARA) - Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia John Herdman menyebut gelaran Merdeka Run 2026 sebagai simbol gaya hidup sehat masyarakat.
Mantan pelatih timnas Kanada itu mengikuti lomba lari sepanjang 8 kilometer tersebut yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu.
"Acara lari ini benar-benar menjadi simbol besar dari negara ini. Kita melihat masyarakat tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga merayakan kebersamaan dan pentingnya menjaga kebugaran,” ujar Herdman kepada pewarta.
Pelatih asal Inggris tersebut mampu finis dengan mencatatkan waktu 34 menit.
Herdman mengatakan bahwa lari merupakan rutinitasnya saat ini.
Baca juga: Menpora apresiasi antusiasme peserta Merdeka Run 2026
Herdman mengapresiasi pemerintah yang konsisten mendorong kegiatan komunitas positif di ruang publik. Menurut Herdman, atmosfer olahraga di Indonesia sangat khas karena diikuti oleh ribuan warga dari berbagai kalangan setiap akhir pekan.
“Saya beruntung setiap akhir pekan bisa berlari bersama ribuan orang. Ini sesuatu yang sangat spesial dan unik di Indonesia. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari kegiatan ini,” kata Herdman.
Herdman berkelakar bahwa akan sangat menyenangkan seandainya ia bersama dengan skuad Garuda nantinya ikut dalam perlombaan lari dan bisa beradu kecepatan siapa yang akan berada di garis finis terlebih dahulu.
"Tentu akan menyenangkan jika bisa berlomba lari bersama para pemain timnas dan melihat siapa yang mencapai garis finis lebih dulu," ungkap pelatih berusia 51 tahun itu sembari tersenyum.
Merdeka Run 2026 diikuti sebanyak 12.000 peserta dari berbagai kalangan usia. Acara ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan setelah sebelumnya hanya tersedia kuota sebanyak 8.000 kuota peserta.
Baca juga: Pelari berkursi roda hingga atlet nasional ramaikan Merdeka Run 2026
Baca juga: Mensesneg, Menpora, dan Seskab lepas 12 ribu pelari Merdeka Run 2026
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.