Jonatan Beri Peringatan, Persaingan di Tunggal Putra Kini 50-50

Jakarta, CNN Indonesia --

Tunggal Putra Indonesia, Jonatan Christie menilai bahwa kualitas persaingan tunggal putra kini semakin merata. Menurut Jonatan, para pemain muda tidak lagi sekedar menjadi pembuat kejutan, tetapi sudah menunjukkan kualitas untuk bersaing di level teratas.

Hal tersebut disampaikan Jonatan setelah memastikan langkah ke babak 32 besar kejuaraan dunia BWF 2026 di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, Selasa (18/8). Jonatan lolos setalah mengalahkan wakil Jerman, Matthias Kicklitz, dua gim langsung 21-15, 21-14.

Jonatan mengatakan perkembangan pemain muda membuat persaingan tunggal putra semakin sulit diprediksi. Ia menilai kualitas para pemain muda saat ini sudah cukup untuk membuat mereka bersaing dengan pemain-pemain papan atas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan Redaksi

  • PSSI Prihatin Keluarga Justin Hubner Jadi Sasaran Ujaran Kebencian
  • PSSI: Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Belum Final
  • Reaksi Persib Bakal Masuk Grup Maut ACL 2

"Saya rasa bukan di turnamen ini saja, sekarang tunggal putra sudah semakin rata dalam arti pemain muda juga sekarang bagus-bagus. Banyak yang bukan buat kejutan lagi tapi memang sudah layak mereka untuk berada di top level. Tidak terlalu kaget," kata Jonatan dalam wawancara dengan PBSI.

Karena persaingan yang semakin ketat, Jonatan memilih tidak terlalu mengandalkan catatan di atas kertas Ketika menghadapi lawan. Pemain 28 tahun itu menilai persiapan dan kemampuan beradaptasi saat pertandingan menjadi faktor penting.

"Sekarang menurut saya bagaimana persiapan di hari H-nya itu, eksekusi di dalam lapangan, kondisi perubahannya, adjust-nya, mainnya tuh di situ sih. Karena kalau kita bicara di atas kertas, ya cuma di atas kertas saja. Tapi di dalam lapangan 50-50 semuanya," ujar Jonatan.

Kemenangan atas Kicklitz membawa Jonatan ke babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026. Ia selanjutnya menanti pemenang laga Fabio Caponio asal Italia melawan Jason Teh dari Singapura.

[Gambas:Video CNN]

(nam/nam/rhr)