Jonathan Frizzy Bongkar Sisi Gelap Kehidupan di Penjara, Sampai Hampir Akhiri Hidup

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:50 WIB

VIVA – Pengalaman menjalani hukuman penjara menjadi babak paling kelam dalam kehidupan aktor Jonathan Frizzy. Setelah menghirup udara bebas pada awal 2026, pria yang akrab disapa Ijonk itu mulai membuka kisah tentang tekanan mental yang dialaminya selama berada di balik jeruji besi. Bahkan, ia mengaku pernah berada di titik terendah hingga sempat terpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Baca Juga

Jonathan Frizzy mengungkap bahwa masa enam bulan di penjara meninggalkan luka psikologis yang mendalam. Bukan hanya harus kehilangan kebebasan, ia juga menghadapi kondisi lingkungan tahanan yang menurutnya sangat berat sehingga membuat kesehatan mentalnya terguncang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aktor tersebut mengaku sempat merasa tidak memiliki harapan untuk melewati masa-masa sulit tersebut. Tekanan batin yang terus datang membuatnya berjuang melawan pikirannya sendiri setiap hari.

Baca Juga

"Sempat mikir mau bunuh diri sih gitu. Sempat mikir tapi pakai apa ya gitu yang cepat ya. Karena di sana dilarang ada benda tajam, tali dilarang. Itu melawan diri sendiri tuh susah banget, parah sih," kata Jonathan Frizzy dalam podcast di channel Billy's Coffee Table, dikutip Minggu 19 Juli 2026.

Pengakuan itu menjadi gambaran betapa berat kondisi mental yang dialami Jonathan Frizzy selama menjalani masa tahanan. Ia menuturkan bahwa rasa putus asa muncul karena merasa terjebak dalam situasi yang sangat sulit dan seolah tidak memiliki jalan keluar.

Baca Juga

Selain tekanan psikologis, kondisi di dalam sel tahanan juga disebut menjadi salah satu faktor yang memperburuk keadaannya. Jonathan Frizzy menceritakan bahwa satu ruangan harus dihuni oleh puluhan narapidana dengan fasilitas yang sangat terbatas.

Menurutnya, situasi tersebut membuat aktivitas sehari-hari menjadi sangat sulit dilakukan. Ia bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi maupun menggunakan kamar mandi karena keterbatasan fasilitas yang tersedia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tujuh puluh orang, kamar mandi satu satu saja. Itu aku nggak bisa mandi, nggak bisa ngapa-ngapain, nggak bisa buang apa semuanya nggak bisa di sana. Gila ini neraka apa yang Tuhan kasih sih," kata Jonathan Frizzy.

Kondisi tersebut membuat Jonathan Frizzy merasa kehilangan martabat sebagai manusia. Kepadatan penghuni sel dan minimnya fasilitas menjadi pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Pengalaman itu pula yang menurutnya menjadi ujian terberat sepanjang hidup.

Halaman Selanjutnya

Seperti diketahui, Jonathan Frizzy terseret kasus hukum pada Mei 2025 terkait penyalahgunaan vape yang mengandung obat keras dengan zat etomidate. Kasus tersebut kemudian bergulir hingga ke meja hijau.