Juan Reza dan Verry Klau Mau Galang Dana Buat Korban Gempa NTT

Jakarta -

Musisi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Juan Reza dan Verry Klau, menyampaikan kondisi serta keprihatinan terkait gempa magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores, NTT. Keduanya juga berencana menggalang dana untuk membantu masyarakat terdampak.

Juan mengatakan hampir seluruh wilayah Flores merasakan dampak gempa. Sejumlah daerah disebut mengalami kondisi yang cukup parah.

"Kalau daerah saya di Flores hampir semua kena dampak. Tapi yang lebih parah itu di Bajawa, Ende, Maumere, dan sebagainya," kata Juan Reza di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Verry Klau mengatakan daerah asalnya, Kabupaten Malaka, berada di pulau yang berbeda dari Flores. Ia bersyukur wilayahnya dalam kondisi aman.

"Kalau saya, kabupaten saya beda pulau dari Flores. Saya di Kabupaten Malaka, jadi puji Tuhan aman. Tapi kalau berbicara dampaknya, sebagai orang NTT ya, saya merasa terdampak dan sedih," ujar Verry.

Juan dan Verry, mengungkapkan rencana para musisi NTT untuk membantu korban gempa. Mereka akan menggalang dana melalui karya dan berkolaborasi dengan sejumlah penyanyi.

"Besok sampai seterusnya kita akan menggalang dana lewat karya. Kita kolaborasi dengan penyanyi-penyanyi lain untuk cari dana dan dikirim ke saudara-saudara kita di NTT," kata Juan.

Juan mengaku khawatir dengan kondisi keluarganya di Flores, terlebih masih terdapat potensi gempa susulan. Ia menyebut rumah keluarganya mengalami kerusakan.

"Karena di rumah di Flores itu tembok retak, kaca-kaca udah pada hancur. Memang tidak ada korban jiwa, Puji Tuhan. Tapi takutnya ketimpa kan kalau pas malam-malam lagi tidur," tuturnya.

Keluarga Juan disebut dalam kondisi aman. Namun, komunikasi dengan mereka sempat terkendala karena jaringan telekomunikasi yang tidak stabil.

"Keluarga aman. Kalau video call dari semalam mereka jaringannya hilang-hilang di sana. Belum ada kabar lagi. Tapi batas tadi pagi sih aman semua, cuma mereka masih di tenda pengungsian," ungkap Juan.

Menurut Juan, warga terdampak membutuhkan bantuan berupa pakaian, makanan, hingga tempat tinggal. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian kepada masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.

"Lalu tempat tinggal kasihan yang rumahnya udah hancur-hancur. Banyak yang lama merantau ke Malaysia pulang bikin rumah, malah kena gempa langsung hancur. Semoga pemerintah lihat ini dan tolong dibantu lah," katanya.

Verry juga berencana kembali ke NTT dalam waktu dekat. Ia dijadwalkan menuju Kupang dan ikut membantu penggalangan dana yang dilakukan masyarakat di Kabupaten Malaka.

"Ada permintaan dari teman-teman di daerah saya, Kabupaten Malaka. Mereka mau menggalang dana dan minta saya ke sana. Nanti kita akan mulai galang dana dari Malaka dan pindah ke kabupaten-kabupaten lain di sekitar pulau Timor," jelas Verry.

Berbeda dengan Verry, Juan belum dapat langsung pulang ke NTT karena masih terikat kontrak pekerjaan.

"Mau pulang ke Jogja aja belum bisa. Jadi harus dijalanin karena sudah tanda tangan kontrak, gak mungkin dibatalin. Tapi nanti kalau ada waktu sempat, pasti pulang," kata Juan.

(fbr/wes)