Kabupaten Sigi remajakan tanaman kakao guna tingkatkan produktivitas
Kamis, 27 Agustus 2026 20:45 WIB
Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste (kanan) melakukan penanaman bibit kakao di Desa Kapiroe, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (27/8/2026). ANTARA/Moh Salam
Kabupaten Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), memastikan sudah melakukan peremajaan tanaman kakao untuk menjaga produktivitas komoditas unggulan daerah tersebut.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sigi Afit Lamakarate saat ditemui di Palolo, Sigi, Kamis, mengatakan sebagian besar tanaman kakao milik petani di Kabupaten Sigi sudah memasuki usia tua sehingga berdampak langsung terhadap penurunan produktivitas.
Untuk mengatasi hal tersebut, ia mengatakan pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menyiapkan intervensi program pembenihan.
"Sudah berjalan proses pembibitan sekitar 1,5 juta bibit kakao bantuan Kementerian Pertanian. Harapannya dalam dua hingga tiga bulan ke depan atau sebelum Desember, bibit tersebut sudah siap disalurkan kepada kelompok tani," ujar dia.
Hingga saat ini tanaman kakao masih menjadi primadona perkebunan masyarakat khususnya di wilayah Palolo, kata Afit.
"Kondisi harga saat ini relatif stabil di kisaran Rp40 hingga Rp50 ribu per kilogram, setelah sebelumnya sempat melonjak tinggi," ujar dia.
Tanaman kakao di Sigi tersebar di sejumlah kecamatan seperti Palolo, Nokilalaki, Dolo, Dolo Selatan, Kulawi, Kulawi Selatan, dan Lindu.
"Luas lahan kakao di Sigi mencapai 27.885 hektare dan sekitar 30 hingga 50 persen adalah tanaman tua, sehingga perlu dilakukan peremajaan kembali," ujar dia.
Afit pun mengapresiasi dukungan Badan Kerja Sama Internasional Jerman (GIZ) dalam memberikan pelatihan peningkatan kapasitas petani di Kabupaten Sigi.
"Harapannya proses peremajaan tanaman dapat berjalan optimal dan berkelanjutan demi menopang perekonomian masyarakat berbasis perkebunan," katanya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026