Kadin menyebut RI menjadi basis manufaktur perusahaan alat berat asal China - ANTARA News Kalimantan Selatan

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan bahwa Indonesia menjadi basis manufaktur, sekaligus pusat ekspor (Export hub) perusahaan alat berat asal China, LiuGong.

“Saya, atas nama Kamar Dagang dan Industri Indonesia, mengucapkan selamat kepada keluarga besar LiuGong atas dimulainya pembangunan fasilitas manufaktur alat berat terpadu di Karawang ini. Kami juga mengucapkan selamat karena telah memilih Indonesia sebagai hub untuk melakukan ekspor ke seluruh dunia,” ujar Anin, sapaan akrab sebagaimana pernyataan resmi di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut Anin mengapresiasi komitmen investasi perusahaan yang mencapai sekitar Rp5,2 triliun di atas lahan seluas 27 hektare dengan kapasitas produksi hingga 3.000 unit alat berat per tahun.

Menurut dia, investasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung kebutuhan alat berat di tengah percepatan hilirisasi dan industrialisasi nasional, khususnya di sektor mineral.

“Kami bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI berjuang menghadirkan investasi seperti ini. Nilai investasinya sangat berarti dan akan membantu memenuhi kebutuhan alat berat seiring percepatan hilirisasi dan industrialisasi di Indonesia,” kata Anin.

Selain memperkuat kapasitas industri alat berat nasional, Anin juga mengapresiasi kolaborasi LiuGong dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam pengembangan sumber daya manusia.

Lebih lanjut, Anin menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan melibatkan pelaku usaha lokal.

“Itulah kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan menuju 8 persen, sekaligus memastikan pembangunan yang inklusif dengan melibatkan pelaku usaha lokal,” ujar Anin.

Ia menilai investasi perusahaan tersebut akan memberikan sedikitnya tiga manfaat utama bagi Indonesia, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat pembangunan infrastruktur yang memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional.

"Apalagi Indonesia dipilih sebagai export hub, ini tentu sangat membanggakan,” kata Anin.

Anin berharap investasi LiuGong dapat menjadi inspirasi bagi semakin banyak perusahaan asal China untuk menanamkan modal di Indonesia.

“Mudah-mudahan kerja sama ini bukan hanya sukses, tetapi juga menjadi inspirasi bagi lebih banyak perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia. Investasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Anin.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kadin sebut RI jadi basis manufaktur perusahaan alat berat asal China

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.