Jakarta, CNN Indonesia --
KAI Commuter buka suara soal insiden seorang pelajar tertemper KRL hingga tewas di area Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Senin (10/8), sekitar pukul 16.30 WIB.
Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan pihaknya langsung melakukan penanganan terhadap insiden tersebut.
"KAI Commuter melakukan penanganan terhadap insiden orang tertemper Commuter Line yang diduga loncat di area Stasiun Jurangmangu," ujar Leza dalam keterangan tertulis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas Pengamanan Dalam (PKD) Stasiun Jurangmangu yang sedang bertugas segera menuju lokasi setelah mengetahui insiden nahas tersebut.
PKD Stasiun Jurangmangu pun melakukan pengamanan area guna memastikan proses penanganan berjalan dengan baik serta mencegah pengguna lain mendekati lokasi kejadian.
"KAI Commuter selanjutnya berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan layanan medis untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Bersama pihak berwajib kami mendalami dugaan tersebut," ujar Leza.
Petugas Kepolisian disebut tiba di Stasiun Jurangmangu sekitar 17.30 WIB. Petugas terkait pun langsung melakukan evakuasi korban berjenis kelamin perempuan ini.
Sekitar 18.30 WIB, proses evakuasi korban selesai dilakukan selanjutnya dibawa ke RSUD Tangerang Selatan guna penanganan lebih lanjut.
"Pihak keluarga juga telah kami kabari dan datang ke Stasiun Jurangmangu," ujar Leza.
Ia mengatakan petugas KAI Commuter bersama pihak terkait telah melakukan penanganan sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, layanan medis dan pihak keluarga tentunya.
"Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi di Stasiun Jurangmangu," ujar Leza.
Leza juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna KRL atas adanya insiden ini, sehingga berdampak pada keterlambatan perjalanan sore ini selama proses penanganan berlangsung.
"Keselamatan pengguna, petugas, dan perjalanan Commuter Line tetap menjadi prioritas kami," ujar Leza.
Perusahaan mengimbau seluruh pengguna untuk selalu menjaga keselamatan selama berada di area stasiun dan mengikuti arahan petugas.
KAI Commuter juga mengajak masyarakat untuk saling memperhatikan dan memberikan dukungan kepada orang-orang di sekitarnya.
"KAI Commuter menyampaikan duka dan keprihatinan kepada keluarga atas kejadian tersebut serta menghormati proses penanganan yang dilakukan oleh pihak berwenang," ujar Leza.
Orang yang meninggal dunia itu adalah seorang siswi SMA kelas 10. Polisi saat ini tengah menyelidiki insiden tersebut.
"(Penyebab) belum bisa diketahui dulu ya, kita lagi mengecek, (kejadian) sekitar pukul 16.45 WIB kalau enggak salah. (Korban) cewek SMA kelas 10," kata Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumalolo saat dihubungi.
Menurut Boy, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa itu. Termasuk, meminta keterangan para saksi yang mengetahui insiden tersebut.
"Nanti kalau sudah ada identifikasi, pengecekan, penyelidikan, saksi-saksi dan sebagainya baru kita bisa menyimpulkan apa ini," ujarnya.
Atas kejadian tersebut, perjalanan Commuter Line relasi Tanah Abang - Rangkasbitung mengalami keterlambatan, di antaranya:
- Commuter Line No.1742D (Tanah Abang-Parung Panjang) mengalami keterlambatan sekitar 25 menit
- Commuter Line No.1744D (Tanah Abang-Rangkasbitung) mengalami keterlambatan 22 menit
- Commuter Line No.1746D (Tanah Abang-Rangkasbitung) mengalami keterlambatan 20 menit
- Commuter Line No.1748D (Tanah Abang-Tigaraksa) mengalami keterlambatan 14 menit
[Gambas:Video CNN]
(dhz/sfr)