KAI Daop 3 Cirebon penuhi kebutuhan 240 ribu liter air untuk layanan KA - ANTARA News Jawa Barat

Cirebon (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, Jawa Barat, memenuhi kebutuhan sekitar 240 ribu liter air setiap hari untuk mendukung layanan kereta api (KA), terutama memastikan fasilitas toilet tetap berfungsi selama perjalanan pelanggan.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin saat dikonfirmasi di Cirebon, Kamis, mengatakan kebutuhan air tersebut digunakan untuk melayani seluruh rangkaian kereta yang beroperasi melalui wilayah Daop 3 Cirebon.

“Setiap hari kami kebutuhan air sekitar 240 ribu liter air untuk memenuhi seluruh rangkaian kereta yang dilayani, terdiri atas sekitar 176 ribu liter di Stasiun Cirebon dan 64 ribu liter di Stasiun Cirebon Prujakan,” katanya.

Ia menjelaskan air yang digunakan telah melalui proses penyaringan sehingga memenuhi standar kebersihan dan kesehatan, sebelum dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional KA.

Menurut dia, pengisian tangki air menjadi bagian dari standar pelayanan yang dilakukan secara rutin di stasiun awal keberangkatan maupun stasiun antara yang telah ditetapkan sebagai lokasi pengisian.

Di wilayahnya, kata dia, fasilitas pengisian air tersedia di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan yang setiap hari melayani 88 perjalanan KA di Stasiun Cirebon serta 32 perjalanan di Stasiun Cirebon Prujakan.

“Pengisian tangki air dilakukan di stasiun awal sebelum kereta berangkat oleh petugas pencuci kereta, sedangkan di stasiun antara dilakukan oleh petugas khusus yang telah dibekali prosedur kerja dan standar keselamatan,” ujarnya.

Untuk mendukung layanan tersebut, pihaknya menyiagakan 30 petugas di Stasiun Cirebon dan 24 petugas di Stasiun Cirebon Prujakan yang bekerja bergantian dalam tiga shift selama 24 jam.

Muhibbuddin mengatakan proses pengisian air dilakukan segera setelah kereta berhenti, dengan memanfaatkan waktu henti sehingga tidak mengganggu jadwal perjalanan kereta.

Selain itu, ia menekankan petugas diwajibkan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) serta menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, seperti rompi keselamatan, helm, sepatu keselamatan, full body harness, dan sistem pengaman jatuh (lifeline).

Pihaknya pun mengajak seluruh pelanggan menggunakan air secara bijak selama perjalanan, seperti menutup keran setelah digunakan, sebagai upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air sekaligus mendukung layanan transportasi yang ramah lingkungan.

“Meski pekerjaan ini memiliki risiko, seluruh petugas menjalankan tugas dengan penuh kehati-hatian dan disiplin terhadap prosedur keselamatan sehingga kenyamanan pelanggan selama perjalanan tetap terjaga,” katanya.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.