Kaltara terima dukungan pendanaan miliaran rupiah restorasi mangrove
Jumat, 24 Juli 2026 09:27 WIB
Penandatanganan kerja sama antara Dishut Kaltara dengan Direktorat Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan tahun 2025 terkait pelaksanaan Forest Programme VI di Kaltara yang pelaksanaannya resmi dimulai tahun 2026. (ANTARA/HO-DKISP Kaltara)
Tanjung Selor (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memperoleh dukungan pendanaan sebesar EUR 392.121 atau sekitar Rp19,99 miliar melalui program Forest Programme (FP) VI untuk restorasi mangrove.
“Dukungan pendanaan ini untuk mendukung pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kaltara Nur Laila di Tanjung Selor, Jumat.
Nur Laila menjelaskan Program kerja sama yang berlangsung pada 2026–2028 ini akan dilaksanakan di Wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tarakan dan UPTD KPH Tana Tidung.
Pelaksanaan program, lanjutnya, mengacu pada Perjanjian Kerja Sama Nomor 500.4.7.11/I/PKS.II.3/X/2025 yang ditandatangani antara Direktorat Rehabilitasi Mangrove dan Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara pada 29 Oktober 2025.
“Untuk tahap awal tahun 2026, dana yang siap direalisasikan mencapai lebih dari Rp10,74 miliar, dengan rincian Rp7,64 miliar untuk wilayah Tarakan dan Rp3,10 miliar untuk wilayah Tana Tidung,” katanya.
Menurutnya keberhasilan Kaltara menerima dukungan pendanaan dari FP VI yang merupakan program kerja sama bilateral Indonesia-Jerman melalui Kementerian Kehutanan tersebut tidak lepas dari kesiapan teknis, kelembagaan, dan administrasi yang dimiliki daerah hingga tingkat tapak.
“Kami telah menyiapkan pemetaan wilayah secara presisi dan memenuhi standar transparansi yang ditetapkan tim penilai. Jadi kerja sama FP VI ini adalah buah dari kesiapan data, pemetaan kawasan, dan kelembagaan yang kami bangun secara konsisten,” ujarnya.
Nur Laila menegaskan, dengan kerja sama program FP VI ini pihaknya ingin membuktikan bahwa memulihkan mangrove justru memperkuat keberlanjutan ekonomi petambak melalui pola ramah lingkungan.
Kaltara sendiri, kata dia, memegang posisi penting dalam peta mitigasi iklim nasional. Dari total 3,44 juta hektare mangrove Indonesia, sekitar 326.396 hektare atau hampir 10 persen berada di wilayah Kaltara.
“Kabupaten Tana Tidung dan Kota Tarakan disiapkan sebagai lokasi percontohan program yang menggabungkan restorasi mangrove dengan penguatan ekonomi masyarakat pesisir,” tuturnya.
Adapun dua unit pelaksana teknis, yakni UPTD KPH Tarakan dan UPTD KPH Tana Tidung, kata Kepala Dishut Kaltara, akan menjadi garda terdepan pelaksanaan program di lapangan.
“Di Tana Tidung, program kita arahkan pada pengembangan tambak ramah lingkungan (silvofishery/wana mina), sedangkan Tarakan diproyeksikan menjadi pusat penelitian, laboratorium hidup dan ekowisata mangrove,” katanya.
Melalui program ini, lanjutnya lagi, Pemprov Kaltara mengusung empat fokus utama, yaitu restorasi mangrove berbasis pasang surut, pemberdayaan ekonomi inklusif (GEDSI), kontribusi penyerapan karbon biru (Blue Carbon) untuk target Indonesia Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, serta pengembangan Kaltara sebagai pusat diseminasi global melalui World Mangrove Centre (WMC).
Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang menegaskan keberhasilan Kaltara memperoleh dukungan internasional ini menjadi bukti bahwa daerah memiliki kapasitas untuk mengelola pendanaan global secara akuntabel dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat posisi Kaltara sebagai salah satu daerah penting dalam agenda perlindungan mangrove dunia.
Karena itu, ia meminta agar seluruh program konservasi menempatkan masyarakat pesisir sebagai pelaku utama, sekaligus memastikan investasi hijau yang masuk mampu menjawab ancaman abrasi dan menjaga produktivitas usaha warga serta bermanfaat untuk masyarakat.
“Perlindungan mangrove tidak boleh berhenti di dokumen perencanaan. Program ini harus benar-benar meningkatkan kesejahteraan petambak dan nelayan,” ujar Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang.
Baca juga: Perusahaan penyedia alat berat terus kembangkan usaha di Kaltara
Baca juga: Pembinaan dan penegakan disiplin tingkatkan produktivitas ASN Kaltara
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.