Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) terus memacu pengembangan produksi lokal komoditas kambing dan domba guna memenuhi tingginya permintaan pasar.
"Langkah strategis ini dilakukan dengan membangun kemitraan antara peternak, pengusaha, pemerintah, pedagang, hingga pelaku usaha kuliner untuk memperkuat ekosistem bisnis," kata Kepala DPKH Kaltim, Arief Murdiyatno di Samarinda, Jumat.
Arief menjelaskan bahwa saat ini terjadi peningkatan permintaan terhadap komoditas daging domba di wilayah Kalimantan Timur.
Berdasarkan data DPKH, tingkat konsumsi daging domba melesat dari 16,51 ton pada tahun 2021 menjadi 125,45 ton pada tahun 2025.
Sejalan dengan tingginya konsumsi tersebut, populasi ternak domba lokal juga merangkak naik dari 694 ekor menjadi 2.823 ekor pada periode yang sama.
Namun di sisi lain, populasi kambing di Benua Etam justru tercatat mengalami tren penurunan dari 68.997 ekor menjadi 44.904 ekor.
Merespons dinamika tersebut, pemerintah daerah terus mendorong para peternak agar mulai melakukan hilirisasi usaha dari hulu hingga ke hilir.
"Peternak diedukasi agar tidak sekadar berfokus pada penjualan ternak hidup, melainkan mulai memproduksi karkas, daging segar, daging beku, hingga produk olahan," ujar Arief.
Untuk mempercepat akselerasi produksi, DPKH Kaltim turut memfasilitasi para peternak melalui program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) yang mengubah kelompok tani tradisional menjadi entitas bisnis berupa koperasi berbadan hukum.
Hingga proyeksi tahun 2026, pemerintah daerah telah mengembangkan enam koperasi khusus ternak kambing serta dua koperasi yang difokuskan pada komoditas domba di wilayah Samarinda dan Bontang Utara.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.