Pontianak (ANTARA) - Tim gabungan mengerahkan puluhan personel memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, setelah api mendekati permukiman warga.
"Kami awalnya mengirim lima personel untuk meninjau lokasi atas perintah Bupati Kubu Raya. Setelah melihat kondisi kebakaran yang meluas, personel ditambah menjadi 30 orang untuk membantu proses pemadaman," kata Komandan Peleton Yon TP 882 Hulubalang, Letda Inf Laskar Septian Berliansyah, di Sungai Raya, Selasa.
Menurut dia, operasi pemadaman dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta didukung personel kepolisian di sejumlah titik rawan.
Ia menjelaskan, tim sempat mengalihkan fokus pemadaman ke kawasan sekitar Dinas Pertanian karena terdapat titik api besar di sisi kiri dan belakang kantor tersebut. Namun, pada malam harinya personel kembali digeser ke Desa Limbung setelah api bergerak mendekati kawasan permukiman.
"Alhamdulillah hingga pagi, api berhasil dipadamkan. Namun, sekitar tengah hari ini angin kencang membuat api kembali membesar sehingga personel kembali melakukan pemadaman," katanya.
Laskar mengatakan tantangan utama pemadaman di Kalimantan adalah karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan tanah sehingga membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar untuk proses pendinginan.
Ia menjelaskan penyemprotan tidak cukup dilakukan pada kobaran api di permukaan, tetapi juga harus membasahi lapisan gambut agar bara tidak kembali menyala dan memicu kebakaran baru akibat tiupan angin.
Sementara itu, Koordinator Regu 2 Damkar BPBD Kubu Raya, Sugiyanto, mengatakan selain kondisi lahan, minimnya sumber air selama musim kemarau juga menjadi kendala. Tim harus mencari sungai dengan debit air yang masih mencukupi untuk mendukung operasi pemadaman di lokasi kebakaran.
Menurut dia, setelah berjibaku selama dua hingga tiga hari, kondisi api di lokasi mulai terkendali dan petugas kini memfokuskan upaya pada proses pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru.
Ia menambahkan jarak lahan yang terbakar dengan permukiman warga diperkirakan hanya sekitar 15 hingga 20 meter sehingga petugas terus bersiaga mengantisipasi perubahan arah angin yang dapat mempercepat penyebaran api.
"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur di lapangan untuk memastikan proses pendinginan berjalan optimal hingga lokasi benar-benar dinyatakan aman dari potensi kebakaran susulan," tuturnya.
Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.