Presiden Direktur IATA, Suryo Eko Hadianto menyampaikan, optimismenya terhadap fase pertumbuhan baru perseroan bersama ekosistem pendukung yang lebih solid.
Baca Juga: Didorong Kideco dan Tripatra, Pendapatan Indika Energy Tumbuh 19,9% pada Semester I-2026
Transformasi identitas ini, kata Suryo merupakan tonggak penting dalam perjalanan Perseroan menuju fase pertumbuhan berikutnya.
“Dengan dukungan pengendali baru, Perseroan optimistis dapat memperkuat kapabilitas usaha dengan memanfaatkan integrasi dalam ekosistem Karya Pacific Group pada seluruh kegiatan operasional Perseroan, sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha. Selain itu, kami terus berkomitmen menciptakan nilai tambah dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Suryo dalam konferensi pers launching logo PT Karya Pacific Energy Tbk., Senin (10/8/2026).
Manajemen menegaskan perubahan logo tidak memengaruhi aktivitas operasional maupun komitmen perseroan kepada mitra bisnis, pelanggan, investor, dan kreditur.
Penerapan logo baru akan dilakukan secara bertahap pada media komunikasi, dokumen resmi, platform digital, hingga aset korporasi lainnya.
Logo baru Karya Pacific Energy dirancang dengan filosofi yang mendalam mengenai nilai keberlanjutan, ekspansi, dan pertumbuhan.
Bentuk grafik yang mengarah ke atas melambangkan semangat pertumbuhan berkesinambungan, pola pikir visioner, serta komitmen membangun masa depan yang lebih kuat.
Sementara itu, gradasi warna hijau merepresentasikan transformasi energi yang membawa manfaat, harapan, inovasi, dan kemajuan yang berkelanjutan.
Dalam menjaga kinerja bisnis tahun 2026, perseroan terus mengoptimalkan produksi batu bara sembari menanti hasil evaluasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas pengajuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Integrasi ke dalam ekosistem Karya Pacific Group memberikan daya dukung operasional yang kuat bagi perseroan di bidang pertambangan, logistik, dan infrastruktur.
Sinergi ini mencakup kepemilikan infrastruktur strategis seperti coal loading port atau jetty, jembatan timbang, dan jalan angkut (hauling road).
Baca Juga: PLN Pastikan Serap Listrik PSEL Legok Nangka, Dukung Proyek Waste to Energy
Selain itu, perseroan didukung oleh kapasitas kontraktor pertambangan lengkap, mulai dari land clearing, pemindahan overburden, coal getting, pemeliharaan jalan, manajemen stockpile, hingga reklamasi pascatambang, serta armada peralatan berat dan kendaraan operasional yang memadai.
Saat ini, Karya Pacific Energy mengelola tiga Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah beroperasi aktif, yakni IUP PT Putra Muba Coal (PMC), IUP PT Arthaco Prima Energy (APE), dan IUP PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE).
Ketiga konsesi pertambangan tersebut secara akumulatif memiliki total sumber daya batu bara mencapai 598 juta MT dan total cadangan (reserves) batu bara sebesar 288 juta MT.