Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kota Pontianak mengimbau warga memakai masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan setelah kualitas udara memburuk dan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat sekitar lima persen.
"Untuk sementara, berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan, terjadi kenaikan sekitar lima persen. Nanti kita akan mengetahui lebih lanjut seberapa besar pengaruh kondisi ini terhadap penderita ISPA," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Senin.
Dia mengatakan peningkatan kasus ISPA tersebut berdasarkan laporan sementara Dinas Kesehatan dan masih akan dievaluasi untuk mengetahui dampak kondisi udara terhadap kesehatan masyarakat.
Edi menjelaskan konsentrasi partikel udara di Pontianak sempat berada di atas 200 mikrogram per meter kubik akibat kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut dia, kualitas udara cenderung memburuk pada malam hingga dini hari karena partikel asap lebih berat sehingga berada lebih dekat dengan permukaan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko paparan bagi masyarakat.
"Sehingga masyarakat maupun anak-anak yang sensitif terhadap kondisi udara tetap menggunakan masker apabila keluar ruangan atau keluar rumah, mengurangi aktivitas di luar, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala-gejala ISPA," ujarnya.
Edi mengatakan kualitas udara mulai berangsur membaik pada pukul 08.00 WIB dan berada dalam kategori sedang. Namun, masyarakat tetap diminta waspada karena kondisi udara dapat kembali memburuk pada waktu tertentu.
Pemerintah Kota Pontianak juga mengingatkan warga segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, terutama setelah beraktivitas di luar rumah saat kualitas udara menurun.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Pontianak telah meminta Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan pusat kesehatan masyarakat menyiapkan oksigen untuk masyarakat yang membutuhkan penanganan akibat gangguan pernapasan.
Edi memastikan oksigen juga disediakan secara gratis di puskesmas dan rumah sakit sebagai bagian dari kesiapsiagaan pemerintah menghadapi dampak buruk kualitas udara.
Ia mengajak masyarakat bersama-sama mengurangi risiko paparan asap dengan membatasi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker saat harus keluar rumah, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami keluhan pernapasan.
Pewarta: Rendra Oxtora dan Sucia Lucinda
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.