KDMP Tamanmartani pasok barang ke warung kelontong
Kamis, 16 Juli 2026 21:15 WIB
Menteri Koperasi Ferry Juliantono didampingi Bupati Sleman Harda Kiswaya (kiri) dan Ketua HIPMI DIY Ekawati Rahayu Putri melakukan pemotongan pita menandai peresmian peluncuran produk lokal pelaku usaha anggota HIPMI DIY untuk memasok di gerai KDMP seluruh DIY di KDKMP Tamanmartani, Sleman, Sabtu (7/2/2026). ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto
Jakarta (ANTARA) - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak hanya berperan sebagai distributor barang subsidi, tetapi juga pemasok barang kebutuhan pokok bagi warung kelontong di wilayahnya melalui skema kemitraan.
Pengelola KDMP Tamanmartani Prima Shintalia mengatakan koperasi membangun kerja sama dengan pemilik warung agar kehadiran KDMP dapat memperkuat usaha masyarakat.
“Kalau bisa kita saling bantu. Kita bekerja sama dengan teman-teman toko kelontong, bukan bersaing,” kata Prima saat ditemui ANTARA di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Kamis.
Menurut Prima, koperasi berupaya memperoleh barang dengan harga yang kompetitif agar dapat memasok kebutuhan warung kelontong sekaligus memberikan keuntungan bagi para pedagang.
“Makanya kita harus cari barang yang murah. Kalau bisa kita beli di bawah harga grosir, supaya teman-teman toko kelontong juga bisa ambil dari kita,” ujarnya.
Ia mengatakan saat ini koperasi menjual sejumlah kebutuhan pokok, antara lain beras SPHP, minyak goreng, dan LPG 3 kilogram. Barang-barang tersebut dijual dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET).
Ia mengatakan pengadaan barang koperasi saat ini masih didominasi pasokan dari badan usaha milik negara (BUMN), terutama untuk beras dan minyak goreng.
Namun, koperasi juga mencari pasokan dari pihak lain dengan harga yang juga kompetitif.
“Barang dari BUMN memang murah, tapi baru minyak sama beras. Yang lain kami cari dari tempat lain supaya bisa dapat harga yang lebih baik,” ujarnya.
Selain bermitra dengan warung kelontong, KDMP Tamanmartani juga menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan berbagai kelompok usaha masyarakat di wilayahnya.
Selain memasok warung kelontong, KDMP Tamanmartani juga telah menjadi pemasok kebutuhan bagi lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Prima, barang yang dipasok tidak hanya berupa bahan pangan seperti ayam, tetapi juga perlengkapan operasional, antara lain sabun cuci piring, sarung tangan, dan kebutuhan kebersihan lainnya.
Saat ini, KDMP Tamanmartani yang mulai beroperasi sejak Juli 2025 memiliki 1.121 anggota dan mengelola sejumlah unit usaha, antara lain gerai sembako, usaha pertanian, klinik, apotek, serta budi daya ikan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes), hingga pertengahan Juli 2026 nilai transaksi KDKMP pada 2026 telah mencapai sekitar Rp56,77 miliar dari 54.128 transaksi.
Data tersebut menunjukkan pupuk bersubsidi menjadi komoditas dengan nilai transaksi terbesar, yakni pupuk NPK Phonska sekitar Rp15,09 miliar dan pupuk Urea sekitar Rp11,27 miliar.
Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026