Kebakaran di Kalimantan, Wamenko Pangan tinjau lokasi di Kalteng
Sabtu, 22 Agustus 2026 07:46 WIB
Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq (baju merah) meninjau langsung penanganan karhutla di Jalan Yos Sudarso Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (21/8/2026) yang dilakukan mulai sore hingga malam. ANTARA/Muhammad Arif Hidayat
Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai bentuk kehadiran pemerintah pusat mendukung upaya pengendalian bencana di daerah.
Hanif mendatangi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Kalimantan Tengah sebelum meninjau salah satu lokasi kebakaran lahan di Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, Jumat sore hingga malam.
"Ini tidak akan mampu kalau BNPB sendiri. Kondisi ini sudah terjadi merata, jadi semua pihak harus turun. Tidak bisa pemerintah sendiri, masyarakat harus kita inisiasi untuk mencegah, lebih baik mencegah," ujarnya.
Kehadiran Wamenko Pangan tersebut sebagai implementasi pemerintah pusat terus memantau kondisi karhutla di Kalimantan Tengah, sekaligus memastikan dukungan penanganan di lapangan berjalan bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Hanif mengatakan penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, mengingat dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga mengganggu ekosistem dan kehidupan satwa.
"Seperti ini kan tidak hanya kita yang terganggu, tapi satwa dan semuanya juga terganggu yang nanti berimplikasi pada masa yang mendatang," katanya.
Menurut dia, pemerintah pusat telah memberikan dukungan operasional dalam penanganan karhutla melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penanganan juga telah dikoordinasikan di tingkat pusat di bawah arahan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.
Hanif menilai dukungan tersebut perlu diperkuat dengan keterlibatan seluruh unsur karena karhutla telah terjadi di sejumlah wilayah sehingga penanganannya membutuhkan kerja bersama.
Dia juga mendorong dunia usaha turut menunjukkan kepedulian dan berkontribusi dalam menghadapi kondisi karhutla yang terjadi di sejumlah daerah.
Hanif memastikan pemerintah terus berupaya mengawal penanganan karhutla, tidak hanya di Kalimantan Tengah, tetapi juga di Kalimantan Selatan dan provinsi lain yang menghadapi persoalan serupa.
"Kita terus berjuang ya ini kondisinya seperti ini," jelasnya.
Peninjauan langsung tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memperkuat koordinasi penanganan karhutla sekaligus memastikan dukungan terhadap daerah dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Adapun agenda utama Wamenko Pangan ke Kalimantan Tengah dalam rangka percepatan pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air (KSPEAN) provinsi setempat.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menerbitkan surat imbauan larangan pembakaran lahan dan sampah sebagai langkah mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota itu, menyusul cuaca panas dan angin kering dalam beberapa pekan terakhir.
"Kami mengimbau warga untuk tidak membakar lahan maupun sampah. Kondisi cuaca saat ini sangat mudah memicu kebakaran," katanya di Balikpapan, Jumat.
Ia mengatakan pembakaran lahan, termasuk untuk pembukaan kebun, salah satu pemicu utama karhutla yang kerap terjadi di Balikpapan.
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tidak melakukan praktik tersebut dan segera melapor jika menemukan aktivitas pembakaran di lingkungan sekitar.
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan juga menginstruksikan pengurus rukun tetangga (RT) dan pihak kelurahan meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan karhutla, terutama kawasan perbukitan dan lahan kosong.
Petugas kelurahan juga diminta intensif berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jika menemukan indikasi titik api.
Berdasarkan data BPBD Balikpapan, beberapa kejadian kebakaran lahan dalam dua bulan terakhir sebagian besar dipicu aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi.
Kondisi angin kering mempercepat perambatan api ke semak dan vegetasi di sekitarnya.
Rahmad menegaskan pembakaran sampah di lingkungan permukiman berbahaya karena kepulan asap pekat dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenko Pangan tinjau karhutla Kalteng tegaskan kehadiran pemerintah
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.