Denpasar, Bali (ANTARA) - Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali memberikan ruang bagi industri kecil dan menengah (IKM) lokal bersanding dengan industri global di mal berstandar internasional pertama mereka Sira Village Grand Outlet Bali.
"Kehadiran beragam produk kriya, busana lokal, sabun organik, hingga kerajinan perak membuktikan kualitas karya perajin Bali yang berdaya saing tinggi," kata Presiden Komisaris KEK Kura Kura Bali sekaligus Presiden Direktur Sira Village Grand Outlet Bali Tantowi Yahya di Denpasar, Bali, Jumat.
Mantan Dubes RI untuk Selandia Baru itu memastikan membuka pintu selebar-lebarnya bagi IKM untuk berkolaborasi, apalagi di mal ini yang mendapat kesempatan bergabung adalah IKM binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali yang terkurasi.
Deretan merek lokal terkurasi seperti Sunaka Jewelry, Darmawan Silver, Kahyangan Jewelry, Ipong Design, Ipong Art, Basudewa, Kembang Sari Batik Painting, hingga Phalam mendapat kesempatan memamerkan produk.
Tantowi menyebut ini bagian dari strategi baru mengenalkan produk lokal, dimana pemasaran ke tingkat dunia tidak lagi harus menunggu pameran mancanegara, melainkan cukup dengan mendekatkan wisatawan mancanegara tersebut langsung ke etalase kreatif di KEK Kura Kura Bali, Serangan.
Selain itu, kehadiran produk lokal yang terkurasi justru melengkapi daya tarik outlet bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbelanja otentik.
Produk IKM memperkaya pilihan belanja wisatawan di Pulau Dewata, dengan balutan budaya lokal dan prinsip ramah lingkungan, kolaborasi ini menurutnya bisa memperkuat posisi Bali sebagai destinasi global yang tetap berakar kuat pada identitas dan komunitasnya.
"Ini kolaborasi, kami memberikan ruang bagi produk IKM Bali agar karya lokal kita yang karena keunikannya, karakternya yang khas, juga tentu kualitasnya, semakin dikenal dunia," ujar Tantowi.
Integrasi IKM di area ritel moderen sendiri menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang menjadi visi kawasan.
Menurutnya, kehadiran sejumlah IKM binaan Dekranasda Bali menjadi bukti komitmen dalam membangun ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan.
"Sejak awal, kami ingin Sira Village bukan hanya sekadar tempat belanja, tetapi juga ruang tumbuh bersama bagi komunitas lokal, semoga terus bisa memberi dampak baik bagi masyarakat sekitar," kata dia.
Supervisor E-commerce dan Exhibition Sunaka
Jewelry I Komang Kartika sebagai salah satu IKM yang bergabung di mal tersebut mengaku senang karena kesempatan untuk berjualan datang tanpa harus mengetuk pintu lebih dulu.
"Ini bahkan kita tidak perlu mengajukan diri dulu, langsung diajak sama tim Sira Village, bagi IKM yang selama ini susah masuk mal-mal besar, ini kesempatan langsung buka jalan, sekaligus jadi cara kita membuktikan produk lokal tidak kalah sama brand-brand sekelasnya," ucap Kartika.
Antusiasme pengunjung terhadap produk IKM di ini turut dirasakan langsung oleh para pelaku usaha.
Sejak awal, area ini cukup ramai didatangi para wisatawan, khususnya oleh wisatawan mancanegara yang mencari suvenir khas Bali.
"Paling ramai di akhir pekan, wisatawan lokalnya juga ada paling perbandingannya itu 60 persen wisatawan mancanegara, 40 persen wisatawan domestik. Jadi, memang kebanyakan orang-orang luar cari hadiah untuk yang memang tidak ada di negaranya," ujar Kartika.
Salah satu wisatawan mancanegara asal Uni Emirat Arab Fabio Scala berbagi pengalamannya, yang mana ia mengaku kagum dengan konsep kurasi produk IKM.
Menurut dia, karya lokal Bali memiliki nilai keautentikan yang tidak bisa digantikan oleh jenama global.
"Ini adalah pusat perbelanjaan dengan kurasi terbaik yang pernah saya lihat di Bali, di dunia yang makin moderen dengan merek-merek yang sama di mana-mana, produk lokal di sini justru menawarkan sesuatu yang unik, buatan tangan, dan dikerjakan dengan detail kerajinan yang luar biasa, sangat impresif melihat bagaimana perhiasan, kain, hingga sabun alami lokal ditampilkan dengan sangat baik," ujar Fabio.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.