Kemenag Sumsel bentuk Forum SPM demi standardisasi mutu pesantren
Jumat, 10 Juli 2026 21:48 WIB
Pembentukan Forum Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Jumat (10/72026). ANTARA/HO/Kemenag Sumsel
Palembang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan membentuk Forum Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) tingkat provinsi sebagai upaya strategis untuk melakukan standardisasi dan penjaminan mutu lulusan pondok pesantren formal.
Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAKIS) Kanwil Kemenag Sumsel, Ababil, di Palembang, Jumat, mengatakan inisiasi tersebut dilakukan melalui Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Sumsel dalam rapat koordinasi bersama para pimpinan lembaga SPM di Palembang, Kamis (9/7).
Ia menegaskan bahwa institusinya berkomitmen penuh untuk mendorong lompatan kualitas tata kelola pendidikan Islam di Bumi Sriwijaya.
"Komunikasi yang intensif antar-lembaga SPM sangat diperlukan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan. Melalui forum resmi ini, Kemenag hadir untuk memastikan setiap kendala di lapangan dapat dicarikan solusi bersama secara cepat," katanya.
Ia menjelaskan, selama ini Satuan Pendidikan Muadalah - yakni pesantren yang menyelenggarakan pendidikan formal dengan kekhasan kurikulum pesantren, cenderung bergerak secara mandiri. Kehadiran forum bentukan Kemenag ini didesain untuk memangkas sumbatan informasi dan mempercepat birokrasi penyelarasan kebijakan kurikulum dari pemerintah pusat.
Melalui standardisasi ini, Kemenag Sumsel memberikan jaminan kepada wali murid dan calon santri bahwa proses belajar mengajar, pengelolaan lembaga, hingga pemenuhan hak-hak akademik santri akan terkawal dengan lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Kemenag Sumsel juga menargetkan forum ini mampu meminimalkan kesenjangan kualitas pendidikan antar-pesantren. Dengan demikian, pemerataan mutu dapat terwujud hingga ke pelosok daerah, sehingga masyarakat daerah terpencil pun dapat menikmati layanan pesantren yang modern dan tertata.
"Muara dari penguatan koordinasi yang kami lakukan ini adalah melahirkan santri yang mandiri, berdaya saing, unggul secara kompetensi, serta siap memberikan kontribusi nyata saat kembali ke tengah masyarakat," ujar Abadil.
Pewarta: M. Imam Pramana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026