Kemendagri melibatkan Pandawara dalam Gerakan Indonesia ASRI

Kemendagri melibatkan Pandawara dalam Gerakan Indonesia ASRI

Rabu, 12 Agustus 2026 19:29 WIB

Image Print

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal Zakaria Ali. ANTARA/HO-Kemendagri

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Dalam Negeri melibatkan Pandawara Group dalam mengampanyekan kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah untuk mendukung Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI).

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal Zakaria Ali dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan gerakan tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat, komunitas lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan.

"Jadi, gerakan ini yang kemudian kita gunakan untuk membersihkan lingkungan. Bukan saja jangan buang sampah sembarangan, tetapi daerah-daerah yang kotor, kita bikin gerakan massal dengan semua masyarakat, dengan agen-agen lingkungan, dengan LSM-LSM. Ayo kita bersihkan," katanya.

Safrizal menyampaikan hal tersebut dalam gelar wicara Gerakan Indonesia ASRI yang menjadi rangkaian Festival Bazar Kemendagri di Jakarta.

Menurut dia, terdapat tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam menangani persoalan sampah, yakni jumlah timbulan sampah, pengelolaan sampah, dan kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah.

Berdasarkan data Bank Dunia dalam "The Atlas of Sustainable Development Goals 2023", Indonesia menghasilkan sekitar 65,2 juta ton sampah pada 2020 dan berada di peringkat kelima dunia berdasarkan total volume sampah.

Safrizal mengatakan Gerakan Indonesia ASRI diarahkan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk melalui kegiatan bersama di wilayah yang masih menghadapi persoalan sampah.

Ia mengapresiasi Pandawara Group yang selama ini melakukan kegiatan pembersihan sungai, selokan, dan pantai sekaligus mengedukasi masyarakat melalui media sosial.

"Jangan buang sampah ke sungai, jangan buang sampah ke laut, jangan buang sampah ke got, jangan buang sampah sembarangan," katanya.

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, Safrizal mengatakan pengelolaan sampah perlu dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Pengurangan timbulan sampah antara lain dapat dilakukan dengan prinsip 3R, yakni mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle).

Pendiri Pandawara Group Muchamad Ikhsan Destian mengatakan kelompok tersebut bermula dari kepedulian lima pemuda terhadap persoalan banjir dan sampah di Bandung Selatan.

Mereka kemudian melakukan kerja bakti membersihkan sungai dan memanfaatkan media sosial untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, salah seorang pendiri Pandawara Group Muhammad Rifqi Sadulloh mengatakan kelompoknya bercita-cita memiliki fasilitas pengolahan sampah sendiri agar sampah yang dikumpulkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna baru.

"Kita itu ingin, gimana caranya, si sampah-sampah yang ada di sungai itu kita daur ulang menjadi 'value' baru," katanya.

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026