Kemendikdasmen gelar benchmarking SMK perkuat sinergi dengan industri

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat program revitalisasi melalui sarana dan peralatan pembelajaran SMK berbasis Industri dengan melaksanakan benchmarking ke industri dan SMK di Kota Batam.

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Kemendikdasmen dalam mempercepat pemulihan sarana dan prasarana SMK di provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat pascabencana hidrometeorologi sekaligus memastikan keselarasan sarana dan prasarana pembelajaran dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin dalam pernyataan tertulis di Jakarta Pusat, Minggu, menekankan kepada para kepala sekolah pembaruan sarana pembelajaran harus terus dilakukan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Baca juga: Kemendikdasmen: Kompetensi kurikulum SMK beri peluang karier robotik

“Jangan sampai siswa kita belajar menggunakan teknologi masa lalu, lalu diminta bekerja di industri masa depan. Kesenjangan ini yang harus kita pangkas melalui revitalisasi, baik sarana dan prasarana maupun sistem pembelajaran yang semakin tepat sasaran,” kata Tatang.

Melalui kunjungan ke mitra industri, pihaknya berharap para kepala sekolah mampu mentransformasi ruang praktik di sekolah masing-masing menjadi lebih relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Tatang juga mengingatkan agar tata kelola sekolah dijalankan secara profesional dan jujur guna menjaga reputasi sekolah di mata industri.

“Mari kita buktikan bahwa SMK Indonesia tidak sekadar mengikuti perkembangan industri, tetapi mampu tumbuh bersama industri dan melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap memenangkan masa depan,” kata Tatang.

Ia menjelaskan Kota Batam dipilih sebagai lokasi benchmarking karena pertumbuhan industrinya yang sangat dinamis, mencakup sektor manufaktur, elektronik, maritim, hingga ekonomi digital.

Di Provinsi Kepulauan Riau, minat peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke SMK juga terus meningkat dan mencapai 62 persen pada tahun ini.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie Wibowo Khurniawan menjelaskan bantuan revitalisasi telah disalurkan kepada 131 SMK terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca juga: Wamendikdasmen: Revitalisasi SMK wujudkan pendidikan vokasi bermutu

Baca juga: Kemendikdasmen perkuat kompetensi murid vokasi lewat Program SMK 3+1

Selain perbaikan fisik bangunan, Kemendikdasmen juga akan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan sarana dan peralatan praktik SMK di daerah terdampak bencana.

Arie mengingatkan agar sekolah cermat dalam merencanakan pengadaan peralatan praktik.

Peralatan yang dipilih, kata dia, harus sesuai dengan kompetensi keahlian yang dikembangkan sekolah, relevan dengan kebutuhan DUDI, serta mencerminkan teknologi dan standar yang digunakan di industri.

“Tugas dari teman-teman yang hadir pada hari ini adalah melihat langsung bagaimana alat praktik digunakan di industri. Harapannya, lulusan SMK yang dihasilkan sekolah-sekolah di daerah terdampak bencana tersebut sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Arie Wibowo.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.