Kemendukbangga beri pemulihan trauma bagi korban gempa dan karhutla

Kemendukbangga beri pemulihan trauma bagi korban gempa dan karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 19:37 WIB

Image Print

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam siniar On The Record Antara tentang pembangunan keluarga Indonesia di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN memberikan pemulihan trauma bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia.

"Kami juga ada trauma healing. Saya tadi sudah minta tolong ke teman-teman Generasi Berencana (Genre) untuk bisa terlibat dalam trauma healing karena masih ada terus kan ini gempa-gempa susulan kecil-kecil itu," kata Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji di Antara Heritage Center (AHC), Jakarta, Senin.

Ia menegaskan Kemendukbangga/BKKBN memiliki delapan fungsi keluarga yang harus terus diimplementasikan dalam kondisi apapun, termasuk dalam keadaan bencana. Delapan fungsi keluarga itu yakni fungsi cinta kasih, agama, sosial budaya, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.

"Saya kira ini bagian dari yang kewenangan kami untuk memberikan trauma healing. Tadi sudah saya perintahkan kepala kantor perwakilan di masing-masing kabupaten yang terkena dampak, termasuk yang di Kalimantan, saya kira tentu hal-hal yang berkenan dengan asap dan sebagainya, ya kita bantu di kewenangan kita," ujar Mendukbangga Wihaji.

Mendukbangga Wihaji menambahkan pihaknya memberdayakan para penyuluh KB yang ada di lapangan untuk memberikan edukasi, pendampingan, dan pengetahuan yang dapat membantu proses pemulihan trauma para korban terdampak bencana.

Ia juga menyebutkan terdapat kurang lebih ratusan penyuluh KB yang juga menjadi korban gempa di NTT. Saat ini Kemendukbangga/BKKBN tengah mendata para penyuluh yang terdampak untuk segera diberikan bantuan dan pendampingan.

"Datanya tadi sudah dilaporkan semuanya, ada sekian ratus (yang terkena dampak) di NTT dari empat ribuan sekian (total penyuluh KB). Penyuluh itu juga ada yang betul-betul rumahnya hancur, tadi mereka sudah berbicara langsung dengan saya dalam rapat pimpinan, mereka tinggal di tenda penyuluh KB, kemudian kalau pendamping, banyak juga Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang memang tinggal di pengungsian," paparnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bahu-membahu memberikan bantuan, baik itu berupa donasi maupun bantuan-bantuan lainnya bagi masyarakat terdampak gempa. Mendukbangga Wihaji juga memastikan pemerintah terus hadir bagi para korban terdampak.

"Semua sekarang hadir lah, ada organisasi, negara, semuanya berjibaku untuk hadir. Tadi kebetulan ada juga penyuluh yang saya ajak ngobrol, rumahnya betul-betul enggak bisa ditempati, maka nanti kita bantu sesuai kemampuan kita, dan kita juga dari keluarga besar kementerian juga Insya Allah mendukung di luar kementerian (dengan donasi maupun swadaya) artinya kita saling bahu-membahu untuk keluarga kita yang ada di NTT maupun Kalimantan dan daerah lain yang membutuhkan bantuan," ucap Mendukbangga Wihaji.

Pewarta : Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026