Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperluas akses produk kuliner lokal ke pasar internasional melalui sinergi program S'RASA (Rasa Rempah Indonesia) yang bertujuan menjembatani pelaku usaha nasional dengan importir, distributor, dan mitra bisnis global.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan kekayaan kuliner Indonesia tidak hanya mencerminkan identitas budaya, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi sehingga terus mendorong promosi produk dan jenama kuliner nasional agar mampu bersaing di pasar global.
Salah satu promosi adalah melalui penyelenggaraan Indonesia Summer Cooking Experience di Ron Gastrobar, Amsterdam, Belanda, kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
"Kuliner merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang merepresentasikan budaya, tradisi, dan kreativitas Indonesia. Melalui program S'RASA, kolaborasi menjadi sarana untuk memperkenalkan cita rasa Nusantara sekaligus memperluas pengenalan produk dan jenama kuliner Indonesia di pasar internasional," ujarnya.
Ia mengatakan Kementerian Ekraf memfasilitasi promosi, partisipasi dalam pameran internasional, serta business matching untuk mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan calon pembeli dan mitra usaha di berbagai negara.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan membuka peluang kemitraan strategis dengan importir, distributor, maupun jaringan ritel internasional sehingga mampu memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk kuliner Indonesia.
Program S'RASA merupakan transformasi dari gerakan gastrodiplomasi Indonesia Spice Up the World (ISUTW) yang diluncurkan pada Agustus 2025. Program ini melibatkan sinergi enam kementerian dan lembaga untuk memperkuat promosi kuliner Indonesia di pasar global, dengan Kementerian Ekraf berperan dalam penguatan promosi, pameran internasional, business matching, serta pengembangan jejaring industri bagi jenama binaan.
Belanda dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Indonesia Summer Cooking Experience karena memiliki posisi strategis sebagai pusat logistik di Eropa dan pasar yang terbuka terhadap tren kuliner internasional.
Melalui kegiatan tersebut, berbagai produk unggulan Indonesia seperti kecap, gula aren, dan kopi diperkenalkan kepada calon mitra dagang sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan distribusi di kawasan Eropa.
Founder Lakeside BV Oswin Beingsick menilai kegiatan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan impor produk pangan dan bahan baku kuliner Indonesia ke pasar Eropa seiring meningkatnya minat terhadap cita rasa khas Nusantara.
Indonesia Summer Cooking Experience dikemas sebagai ajang business engagement yang memadukan demonstrasi memasak, penyajian hidangan khas Indonesia, pameran produk, serta pertemuan bisnis.
Kegiatan itu dihadiri pelaku usaha kuliner di Belanda, importir produk Indonesia, distributor bumbu masak, hingga perwakilan jaringan ritel lokal seperti Warung Barokah di Amsterdam dan Toko Kalimantan di Zaandam.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenekraf perluas akses produk kuliner lokal ke pasar internasional
Pewarta: Fitra Ashari
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.