Kemenhut: Karhutla Riau capai 15.477,9 hektare pada 2026
Jumat, 17 Juli 2026 08:41 WIB
Ilustrasi Tim Manggala Agni melakukan pemadaman kebakaran lahan di Provinsi Riau dengan kondisi asap pekat. ANTARA/HO-Manggala Agni
Pekanbaru, (ANTARA) - Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat akumulasi luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau sepanjang semester pertama tahun 2026 mencapai 15.477,9 hektare.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan angka ini berdasarkan hasil perhitungan dan analisis citra satelit secara kolaboratif oleh Kemenhut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH) untuk periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026.
"Berdasarkan karakteristik tanahnya, kebakaran masih didominasi oleh wilayah lahan gambut dengan rincian luas mencapai 14.227,3 hektare dan tanah mineral seluas 1.250,7 hektare," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Jumat.
Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah terdampak paling parah dengan luasan mencapai 8.239,5 hektare, disusul Kabupaten Pelalawan di posisi kedua dengan total area terbakar seluas 4.582,0 hektare.
Sementara itu, wilayah lain juga mencatatkan dampak kebakaran yang cukup besar, seperti Kabupaten Indragiri Hilir seluas 956,6 hektare, Kota Dumai seluas 607,1 hektare, Kabupaten Rokan Hilir seluas 289,6 hektare, dan Kabupaten Siak dengan luasan mencapai 281,1 hektare.
"Kembali lagi tentunya ini bukan hanya masalah angka, namun perlu menjadi perhatian dan pembelajaran penting agar semua bahu membahu untuk terus mencegah karhutla dan merespons sedini mungkin apabila terjadi karhutla di wilayahnya," ujarnya.
Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Republik Indonesia berjibaku melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 15 hektare di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Kepala Balai Dalkarhut Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan karhutla tersebut terjadi di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau. Di lokasi tersebut pemadaman saat ini ditangani dua regu Manggala Agni dari Daerah Operasi Dumai dan Pekanbaru ,dan satu lagi dari Siak masih dalam perjalanan.
"Tim masih belum memungkinkan melakukan estimasi valid, karena asap masih pekat dan jarak pandang terbatas. Estimasi sementara luasan 15 hektare," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Jumat.
Dia mengatakan selain berasap pekat, di lokasi angin juga kencang serta bahan bakaran kering melimpah, sehingga mempercepat penyebaran api. Helikopter Waterbombing juga berada di lokasi membantu tim darat.
Selain itu, dibantu TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta masyarakat. Pemadaman oleh Manggala Agni telah dilakukan sejak Rabu (15/7).
"Lokasi perbatasan dengan Kampung Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Vegetasinya pakisan dan semak. Bahan bakaran melimpah, api masih aktif," ujarnya.
Selain di Bengkalis, Mangga Agni juga masih melakukan operasi pemadaman di Bagan Punak, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir. Pemadaman telah dilakukan selama tiga hari oleh Manggala Agni Daops Dumai.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenhut catat luas karhutla Riau 2026 capai 15.477,9 hektare
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.