Kemensos kerahkan personel dan mobilisasi bantuan tangani gempa di NTT

Kemensos kerahkan personel dan mobilisasi bantuan tangani gempa di NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 19:49 WIB

Image Print

Salah satu tenda pengungsian yang didirikan oleh Kemensos untuk para korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). ANTARA/HO-Kemensos

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) mengerahkan petugas ke wilayah terdampak, menyiapkan pengungsian sementara, serta memobilisasi bantuan logistik sementara senilai lebih dari Rp4,5 miliar, tak lama setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan seluruh unsur penanganan bencana telah bergerak dan berkoordinasi di lapangan.

"Semua unsur sudah bergerak dan berkoordinasi di lapangan. BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemensos, pemerintah daerah, serta relawan dari berbagai unsur bersama-sama melakukan evakuasi dan memberikan dukungan logistik yang dibutuhkan," kata dia.

Ia menyebut Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten terdampak juga terus melakukan asesmen untuk memastikan kondisi warga dan kebutuhan yang harus segera dipenuhi.

"Gubernur dan para bupati yang daerahnya terdampak juga sudah aktif bergerak. Untuk data sementara warga maupun infrastruktur yang terdampak masih dalam proses pendataan," ujarnya.

Jajaran Kemensos akan terus berada di lapangan dan memperbarui dukungan sesuai perkembangan kondisi serta hasil pendataan.

"Tim akan terus dampingi warga. Yang perlu dievakuasi kita bantu evakuasi, yang membutuhkan tempat sementara kita siapkan, kebutuhan dasarnya kita dukung. Tim terus berkoordinasi karena data dan kondisi di lapangan masih berkembang," ucap dia.

Sejak laporan gempa diterima, Kemensos langsung mengerahkan personel Tagana dan Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana (PSKB). Mereka bergabung dengan unsur penanganan lainnya untuk membantu asesmen, evakuasi, pendataan warga, serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak.

Tenda-tenda darurat juga disiapkan untuk warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara. Sejumlah lokasi yang digunakan warga untuk mengungsi antara lain Lapangan Umum Mbay serta beberapa lokasi aman di Maumere, Borong, dan Ruteng.

Bersamaan dengan penanganan warga, Kemensos menggerakkan stok logistik dari Sentra Efata Kupang. Bantuan senilai Rp1,015 miliar diarahkan ke Kabupaten Nagekeo agar kebutuhan dasar warga dapat segera dipenuhi.

Kemensos juga mengoptimalkan stok yang tersedia di Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT. Bantuan senilai sekitar Rp541,6 juta didistribusikan untuk mendukung penanganan di Nagekeo, Sikka/Maumere, Ende, dan Manggarai Timur.

Untuk memastikan persediaan logistik tetap mencukupi selama masa penanganan, saat ini dukungan dari Gudang Pusat Bekasi juga dimobilisasi menuju NTT. Sebagian dikirim ke Dinas Sosial Provinsi NTT senilai Rp1,482 miliar dan sebagian lainnya menuju Sentra Efata Kupang senilai Rp1,478 miliar.

Selain memastikan bantuan tersedia, tim Kemensos bersama pemerintah daerah terus melakukan verifikasi dan validasi terhadap korban meninggal, korban luka, warga yang membutuhkan pengungsian, serta kerusakan rumah dan bangunan.

Di lokasi terdampak, kebutuhan warga terus dipantau. Tenda darurat disiapkan untuk tempat tinggal sementara, sedangkan pelayanan kesehatan dan dukungan logistik diberikan bagi warga yang masih berada di pengungsian.

Secara keseluruhan, nilai dukungan logistik yang dimobilisasi mencapai sekitar Rp4,518 miliar. Bantuan yang disiapkan antara lain 6.000 paket makanan siap saji dan 1.624 paket makanan anak, 600 paket family kit, 1.700 tenda gulung, 600 selimut, 780 kasur, 233 velbed, 93 tenda keluarga dan tenda keluarga portabel, 24 tenda serbaguna dan empat tenda induk.

Selain itu, 800 paket shower kit, 1.440 paket perlengkapan dan sandang anak, berbagai kebutuhan sandang dewasa, pakaian dalam, daster, dan perlengkapan ibadah, 104 set peralatan dapur keluarga, dua set dapur umum lapangan, dan 10 lampu darurat portabel.

Pewarta : Sean Filo Muhamad
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026